Soal Banjir, RK Bandingkan Tanggung Jawab di Jabar dan DKI

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 11:55 WIB
Terkait banjir, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut tanggung jawab pembangunan ada di bupati/wali kota, dan ini berbeda dengan kondisi di Jakarta. Gubernur Jabar Ridwan Kamil pulang dari kunker di luar negeri dua hari setelah wilayahnya terendam banjir. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyinggung soal perbedaan kewenangan kepala daerah di Jabar dengan di Jakarta saat bicara tentang penanganan banjir. Dia menyebut di wilayahnya yang bertanggung jawab soal itu adalah bupati dan wali kota.

Hal itu, katanya, sesuai dengan ketentuan otonomi daerah yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ini dikatakannya saat menggelar video konferensi dengan Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja di Jabar Command Center, Bandung, Rabu (26/2) malam.


"Pembangunan Jabar berbeda dengan Jakarta. Di Jabar, ada hierarki bupati/wali kota, jadi yang bertanggung jawab adalah kepala daerahnya," kata pria yang akrab dipanggil Emil itu.

Menurutnya, di Jabar, penanganan teknis banjir kerap disamakan antara gubernur dengan wali kota atau bupati. Padahal menurutnya, tugas pokok dan fungsi ada di level kota/kabupaten.

"Jadi sebenarnya Pemprov Jabar sudah melakukan semuanya sesuai prosedur dalam pengambilan keputusan. Saya amati per hari ini, seringkali Gubernur Jabar itu disamakan teknisnya seperti wali kota/bupati, padahal tupoksi ada di level kota/kabupaten," ucapnya.

Namun Emil tak menjelaskan lebih lanjut soal penanganan di DKI Jakarta.

Terkait penanganan banjir, kata dia, Pemprov Jabar melalui BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, tetap cepat dan tanggap memberikan bantuan logistik mulai dari tenda, kasur, mie instan, hingga obat-obatan setelah berkoordinasi dengan pemda kabupaten/kota serta BPBD setempat.


Diketahui, Ridwan Kamil jadi salah satu kepala daerah yang tak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat soal banjir di Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (26/2). Dua kepala daerah lainnya adalah Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Anggota Dewan pun menyebut ketiganya tak punya hati.

Di saat yang sama, Ridwan Kamil diketahui tengah berada di Australia setelah meresmikan Jabarano Cafe dan kedapatan bermain TikTok bersama aktris Cinta Laura. Setelah dari Australia, Emil dikabarkan memiliki agenda di Turki.

Namun, Emil kemudian membatalkannya. Ia mengaku akan terbang dari Australia pada Kamis (27/2) pukul 01.00 waktu setempat. Setelah transit di Singapura, dia dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung pukul 09.00 WIB.

[Gambas:Video CNN]
"Saya sebagai Gubernur memutuskan akan pulang ke Indonesia. Kunjungan dua negara saya batalkan, ada 6 sampai 7 agenda dibatalkan," tuturnya.

Usai kembali dari Australia, rencananya Emil bakal menemui langsung korban terdampak banjir di Kabupaten Subang.

"Saya paham secara psikologis kehadiran pemimpin dibutuhkan. Saya sangat berempati sehingga membatalkan kunjungan ke dua negara yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Nanti saya langsung ke Subang," ujarnya.

Berdasarkan laporan BPBD Jabar per Rabu (26/2) pukul 13.30 WIB, terdapat delapan titik banjir di Kabupaten Subang yakni Kecamatan Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Compreng, Ciasem, Binong, Purwadadi, dan Pagaden.

Selain itu, wilayah Jabar lain yang terdampak banjir adalah Bekasi. Berdasarkan data BNPB, banjir di Kabupaten Bekasi menggenangi 17 kecamatan. Sementara, Kota Bekasi tergenang banjir di 12 kecamatan.

Bah juga menggenangi 24 kecamatan di Kabupaten Karawang dan empat kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Diketahui, dalam UU No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Sebagai Ibu Kota Negara RI menyebutkan bahwa Wali Kota dipilih dan bertanggung jawab kepada Gubernur DKI. Sementara, Wali Kota/Bupati di Jabar dipilih langsung oelh rakyat.

(hyg/arh)