DPRD Jabar Minta Ridwan Kamil Serius Tanggulangi Banjir

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 06:35 WIB
Pemprov Jabar, bersama Kementerian PUPR dan Pemda, akan menormalisasi sejumlah sungai di Bekasi setelah banjir menerjang pada pekan ini. Salah satu wilayah di Bekasi yang diterjang banjir, Selasa (25/2), Perumahan Jatibening Permai. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Bandung, CNN Indonesia -- Sejumlah Anggota DPRD Jawa Barat meminta pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil serius menangani bencana banjir. Terlebih, sejak Senin (24/2) sejumlah daerah di Jabar diterjang banjir terutama di kawasan pantai utara mulai dari Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Anggota DPRD Jabar dari Komisi V Abdul Hadi mengatakan, pemerintah seharusnya sejak awal sudah bisa memprediksi banjir yang terjadi awal pekan ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan menyebabkan sungai meluap.

"Jadi memang ini sebuah fenomena atau siklus yang harusnya bisa diprediksi. Ketika tahun lalu cenderung untuk hari-hari itu kering maka hari ini bisa diprediksi akan terjadi hujan," kata Hadi saat dihubungi, Rabu (26/2).


Menurut anggota dewan dari fraksi PKS ini, para pimpinan di BPBD dan Dinsos tentu sudah memahami situasi saat ini. Pada akhir 2019, kata Hadi, pihaknya terus memantau tentang ketersediaan gudang atau stok logistik untuk bencana terkait air.

"Namun yang sampai sekarang kami masih sangat kecewa adalah bahwa tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) yang waktu itu dipimpin Pjs Sekda dalam rapat badan anggaran, setelah mendengar argumen kami untuk menambah buffer stock di Dinsos itu menolak untuk penambahan anggaran. Akhirnya dengan anggaran 2020 itu untuk buffer stock ini hanya Rp1,9miliar," ujarnya.

Padahal, sebagai diketahui, kejadian bencana alam di Kabupaten Bogor, Bekasi, dan Karawang di awal tahun 2020 sudah terjadi.

"Dan benar tepat di hari pertama 2020 sudah terjadi hujan dengan intensitas sangat tinggi dan akhir Februari kembali terjadi bencana. Ini sudah bisa diprediksikan kita kehabisan stok," katanya.

Sebab rentetan bencana hidrologi dalam dua bulan terakhir ini, Hadi mengingatkan pemerintah Jawa Barat yang berdalih pada saat itu bahwa stok cadangan bisa diminta dari Kementerian Sosial.

"Jadi dengan ini kami sebagai anggota DPRD yang menjalankan fungsi pengawasan menggarisbawahi dengan sangat tegas bahwa pemprov sangat tidak tanggap terhadap antisipasi bencana alam khususnya banjir yang hari ini kita rasakan," ujarnya.

Abdul Hadi pun menyorot saat bencana banjir terjadi seperti sekarang ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sedang berada di luar negeri.

Sang gubernur yang akrab disapa Emil itu sedang menjalankan kunjungan kerja dalam rangka meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mempromosikan Jabar kepada investor potensial sekaligus memperluas pasar kopi Jabar ke luar negeri.

"Kami menyayangkan sekali seharusnya pak Ridwan Kamil setelah acara puncak pertemuan di Australia terlaksana, adalah lebih bijak untuk pulang ke Jawa Barat. Ibarat kapal ya kapal ini butuh nahkoda," katanya.

Ridwan Kamil sendiri disebutkan memotong perjalanan dinas luar negerinya terkait situasi bencana banjir di Jawa Barat saat ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Jabar dari fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara menilai, upaya antisipasi banjir harus direncanakan pemerintah sejak jauh hari.

"Melakukan perencanaan di daerah rawan banjir seperti di pantai utara. Kota Bekasi, Subang, Karawang itu desain mereka apa ketika terjadi bencana. Jangan masyarakat akhirnya merasa sendiri," ujarnya.

Dia juga mendesak agar alokasi anggaran dana darurat kebencanaan yang disiapkan Pemprov Jabar yang masuk daerah rawan bencana untuk dinaikkan.

Pemprov Jabar Segera Normalisasi Kali


Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan banjir yang terjadi pada Selasa (25/2) disebabkan curah hujan cukup tinggi yang terjadi sehari sebelumnya.

"Kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi saluran drainase yang kurang baik serta terbatasnya daya tampung Kali Bekasi menyebabkan terjadinya banjir di wilayah tersebut," kata Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (26/2).

Sebagai upaya penanggulangan, kata dia, pihaknya telah menyiapkan beberapa program bersama pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemda Kabupaten/Kota.

"Dengan program peningkatan kapasitas sungai melalui normalisasi sungai dan kali seperti Kali Bekasi, Kali Blencong, Kali Busa, Kali Srengseng, Kali Menir, Kali Sadang, dan Kali Cikarang," katanya.

Selain itu, Setiawan berujar akan dilakukan upaya-upaya pencegahan banjir melalui pembangunan sumur resapan, sistem tampungan di saluran primer, serta penampungan air hujan atau Rain Water Harvesting.

Pemprov, kata dia, juga akan membangun tanggul pengaman pantai dan sungai, pembangunan sistem polder, serta perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran drainase perkotaan.

"Keseluruhan program akan dituangkan dalam bentuk komitmen bersama dan kesepakatan bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota se-Jabodetabek beserta Puncak dan Cianjur yang difasilitasi oleh Dirjen Bangda Kemendagri," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar sendiri sudah mengarahkan perahu karet untuk evakuasi.

"BPBD Provinsi Jawa Barat telah mengirimkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, lauk pauk, tambahan gizi, sembako, selimut, dan matras," lanjut Manajer Pusdalops BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu.

Ia juga mengatakan BPBD terus melakukan pemantauan tinggi muka air wilayah yang terdampak banjir.

"BPBD Provinsi Jawa Barat melakukan pendampingan untuk kaji cepat dan evakuasi dengan membawa perahu karet," kata Budi.

(hyg/arh)