Tahapan Evakuasi WNI dari Kertajati ke Sebaru Kecil

CNN Indonesia | Minggu, 01/03/2020 19:39 WIB
Dari Bandara Kertajati, WNI akan langsung dibawa menggunakan bus ke Pelabuhan PLTU Indramayu. Sebelum naik kapal WNI akan menjalani penanganan khusus. Petugas menyiapkan cairan disinfektan untuk WNI dari kapal Diamond Princess. (ANTARA FOTO/HO/KBRI Tokyo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan memberlakukan tahapan evakuasi pada warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Kapal Diamond Princess di Jepang terkait virus corona. Pesawat Garuda Indonesia yang membawa WNI dijadwalkan mendarat di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3) malam.

"Prediksi katmi akan mendarat pukul 23.30 WIB," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto di Bandara Kertajati.

WNI akan turun pesawat melalui pintu belakang pesawat dan langsung masuk ke bus yang akan membawa mereka.


Sementara pintu depan pesawat akan digunakan untuk turun kru pesawat dan tim penjemput.

Yurianto mengatakan, kursi untuk tempat duduk di dalam pesawat Garuda Indonesia memang diatur. Para WNI duduk di bagian belakang pesawat, sementara kru dan tim penjemput di bagian depan pesawat.

"Di tengah ada space kosong untuk membantasi kontak supaya kru tidak kontak dengan mereka," kata Yurianto.

Setelah turun dan naik bus, para WNI akan langsung dibawa ke Pelabuhan PLTU Indramayu. Perjalanan menempuh waktu sekitar dua jam.

[Gambas:Video CNN]

Turun dari bus, para WNI akan langsung disemprot cairan disinfektan sebelum masuk kapal KRI dr Soeharso.

Di dalam kapal rumah sakit milik TNI itu, para WNI akan diperiksa kesehatannya.

"Kita dobel cek, kita periksa lagi kesehatannya," ujar Yurianto.

Di dalam kapal ini mereka juga akan diambil spesimennya dan akan langsung berlayar menuju Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Ditargetkan, sebelum Senin (2/3) pukul 03.00 WIB, KRI Soeharso sudah berlayar ke Sebaru Kecil.

Perjalanan ke Sebaru Kecil diperkirakan butuh waktu 5 jam. Selama perjalanan itu sampel spesimen juga diperiksa di laboratorium.

Yurianto mengatakan sejauh ini seluruh WNI yang jemput di Jepang semua dalam kondisi sehat. Mereka juga sudah dikarantina di Kapal Diamond Princess selama 14 hari.

"Dengan basis data pemeriksaan PCR yang dilakukan oleh otoritas pemerintah Jepang semuanya negatif," kata Yurianto.

Karena itu semua diperbolehkan kembali ke Indonesia.

Di Sebaru Kecil, para WNI ini akan menjalani observasi selama 28 hari. Saat ini di Sebaru Kecil juga sudah diobservasi WNI dari kapal pesiar lain yakni World Dream.

(thr/sur)