DKI Imbau Pembersihan Gedung Pakai Disinfektan

dra/ctr, CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 20:21 WIB
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta juga mengimbau pengelola gedung menyediakan sabun cuci tangan dengan kandungan alkohol 70-80 persen. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/PUSPEN TNI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada perusahaan agar membersihkan gedung menggunakan cairan khusus untuk mencegah infeksi, bakteri, dan virus (desinfektan), sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). 

"Melakukan proses disinfeksi dengan cara disinfeksi pada lantai, dinding bangunan, karpet, handle pintu atau jendela serta alat yang sering disentuh secara umum," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (4/3).

Kemudian, ia mengimbau agar ruangan disemprot dengan menggunakan spray fast acting alcoholic disinfectant, serta menyediakan sabun cuci tangan atau cairan yang mengandung 70 hingga 80 persen alkohol 


Perusahaan juga diminta memantau perkembangan Covid-19 melalui media elektronik atau sumber tepercaya.

"Diimbau juga untuk tidak mengeluarkan pernyataan di media sosial yang dapat menimbulkan kecemasan masyarakat," kata Andri.

Terakhir, Disnakertrans mengimbau perusahaan untuk memberikan edukasi hingga pendampingan dalam proses investigasi bagi yang mengalami gejala Corona.

Setidaknya ada dua orang yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dua orang tersebut berdomisili di Depok dan sudah diisolasi di Rumah Sakit Penyakit inspeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Sementara di DKI dilaporkan ada 136 orang dalam pantauan. Dari angka itu, ada 115 orang yang sudah dinyatakan sehat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membentuk posko penanganan Covid-19. Ia meminta warga tidak datang ke fasilitas kesehatan terdekat, melainkan menghubungi 112 atau 119.

DKI akan melakukan diagnosa dari telepon terlebih dahulu. Setelahnya, DKI akan melakukan penjemputan langsung ke tempat masyarakat yang merasa mengalami gejala virus corona.

Aceh Antisipasi Corona

Sementara itu Pemerintah Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, memperkuat upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan cara menyemprotkan desinfektan ke angkutan umum di Banda Aceh, Bus Transkutaraja.

Penyemprotan dilakukan khususnya pada armada yang baru tiba dari Bandara Sultan Iskandar Muda dan pelabuhan Penyebrangan Laut Ulee Lheue.

Pantauan CNNIndonesia.com, salah satu lokasi penyemprotan ada di halte Transkutaraja, depan Masjid Raya Baiturrahman. Petugas, tampak menyemprot bangku duduk penumpang, handle dan sejumlah alat yang sering dipegang oleh penumpang.

Seorang Petugas dari Dinas Perhubungan Aceh, Hilman Abdillah, mengatakan pihaknya melakukan penyemprotan untuk mencegah warga terjangkit virus corona dan menularkannya. Penyemprotan dilakukan dua kali dalam sehari.

Bus Transkutardaja, kata dia, patut menjadi perhatian karena banyak penumpang yang naik dari sejumlah pintu kedatangan seperti bandara, terminal dan pelabuhan.

"Kita antisipasi penularan corona dari sentuhan, dengan menyemprot tempat-tempat yang sering dipegang penumpang," ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meminta jajaran kesehatan agar melaporkan secara berjenjang dalam waktu 1x24 jam apabila ditemukan suspect corona.

"Masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas, dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, agar segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," kata Nova Iriansyah.

Pemerintah Provinsi Aceh sudah menyiapkan peralatan di dua fasilitas kesehatan untuk menangani apabila warga yang terpapar virus corona. Dua rumah sakit yang menjadi rujukan itu ialah Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) dan Rumah Sakit Cut Meutia, Aceh Utara.

[Gambas:Video CNN]
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, mengatakan pihaknya akan menjemput apabila ada warga yang terpapar virus corona.

Pihaknya sudah menyiapkan seluruh peralatan penjemputan, mulai dari pakaian, ambulans khusus hingga ruang isoloasi. Kemudian tujuh dokter spesialis paru disiapkan.

"Jika ada terdampak, kita jemput. Dengan ambulans dan perlengkapan khusus. Semua telah kita siapkan, juga ada dokter spesialis," kata Hanif kepada wartawan di posko corona Pemerintah Aceh di Banda Aceh.

Pemprov Aceh disebut sudah membuat tim penjemputan yang terlatih untuk menangani pasien virus corona. Ia mengharapkan agar masyarakat tidak perlu takut dengan kesiapan rumah sakit yang ada di Aceh.

Untuk melakukan pencegahan dini, Hanif meminta Wali Kota dan Bupati se-Aceh untuk meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkala. (wis/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK