Seluruh Bagian Sekolah di Jaksel Disemprot Disinfektan

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 20:55 WIB
Sekolah ini telah meliburkan kegiatan belajar mengajar lantaran ada guru yang dirawat karena alami gejala mirip Covid-19. Ilustrasi (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh bagian sekolah internasional di kawasan Jakarta Selatan bakal dibersihkan dan disemprot dengan cairan khusus pencegah infeksi, bakteri, dan virus (disinfektan) guna mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Diketahui, sekolah tersebut meliburkan kegiatan belajar mengajar pada 3-16 Maret lantaran ada guru yang tengah dirawat akibat mengalami gejala mirip virus corona .

"(Pembersihan) menggunakan disinfektan standar rumah sakit untuk membersihkan semua permukaan," ucap kepala sekolah SH saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/3).


SH menegaskan bahwa pihak sekolah mengutamakan kesehatan semua pihak. Baik siswa, guru, pegawai, wali murid, hingga masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pembersihan dilakukan di seluruh bagian sekolah.

SH juga mengatakan seluruh staf atau pegawai sekolah tengah mengisolasi di rumah masing-masing. Mereka harus mengurangi kegiatan di luar rumah selama 14 hari.

"Karantina di rumah secara mandiri selama 14 hari," imbuhnya.

Sebuah sekolah swasta internasional di bilangan Jakarta Selatan meliburkan kegiatan belajar mengajar pada 3-16 Maret. Itu dilakukan karena ada seorang pengajar yang tengah dirawat.

"Pada 2 Maret sore, kami diberi tahu bahwa salah satu staf kami dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip flu dan sedang dites virus Covid-19. Kami berharap akan menerima hasilnya minggu ini," kata kepala sekolah swasta itu, SH, melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (4/2).
[Gambas:Video CNN]
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pada Rabu (4/2), gerbang depan sekolah tertutup rapat. Jalur pejalan kaki yang bersampingan dengan gerbang juga tak boleh dilalui.

Sekolah tampak sepi dari luar. Hanya terlihat satu petugas keamanan memakai masker yang berjaga di pos pengamanan.

Kemendikbud menyatakan seharusnya sekolah konsultasi terlebih dahulu jika ingin meliburkan kegiatan belajar mengajar. Namun, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali justru setuju jika sekolah berhenti beroperasi sementara jika ada staf dirawat terkait virus corona.

"Mekanismenya sudah benar, terkait dengan tanggap itu," kata Marullah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3) seperti dilansir Antara.
(mjo/bmw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK