BNPB Sebut Dana Siap Pakai Dijamin Sri Mulyani untuk Corona

CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020 16:29 WIB
BNPB Sebut Dana Siap Pakai Dijamin Sri Mulyani untuk Corona Kepala BNPB Doni Munardo. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan pemerintah menjamin segala hal terkait dengan pencegahan dan pengobatan virus corona.

Berdasarkan penjelasan dalam Bab II Peraturan Kepala BNPB Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penggunaan Dana Siap Pakai, dana siap pakai adalah dana yang selalu tersedia dan dicadangkan oleh pemerintah untuk digunakan pada saat tanggap darurat bencana sampai dengan batas waktu tanggap darurat berakhir.

Menurutnya, jaminan tersebut diberikan kementerian pimpinan Sri Mulyani itu setelah pihaknya melangsungkan rapat bersama dengan lembaga itu beberapa hari yang lalu.


"Intinya, Kemenkeu telah menjamin segala hal yang berhubungan dengan pengeluaran dana untuk kepentingan baik itu upaya pencegahan maupun dalam rangka pengobatan, ini nanti akan didukung oleh dana siap pakai," kata Doni saat ditemui usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Sampoerna Strategic Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/3).

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa pemerintah tengah berencana membentuk protokol dalam menghadapi virus corona.

Menurutnya, protokoler itu tengah dirancang oleh Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama sejumlah kementerian lainnya.

Doni juga menerangkan bahwa posisi BNPB dalam menghadapi virus corona hanya akan bertindak sebagai koordinator. Menurutnya, BNPB tidak bisa bertindak sebagai eksekutor.


"Jadi ada klasternya, klaster pencegahan, mitigasi, dan dalam kondisi respon. BNPB tidak mungkin masuk dalam bagian sebagai eksekutor karena lembaga ini dibentuk pemerintah lebih kepada kemampuannya sebagai koordinator," ujar Doni.

Sebagai koordinator, Doni menambahkan, BNPB akan mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembagai yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berperan dalam menghadapi virus corona di lapangan.

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menyatakan penanganan virus corona berada di atas kejadian luar biasa (KLB).

Achmad selaku juru bicara pemerintah terkait virus corona menyebut penanganan penyebaran virus ini sudah masuk siaga daraurat pandemi.

"Jauh sebelum ditetapkan KLB kami sudah melaksanakan kegiatan siaga darurat pandemi covid-19. Itu jauh lebih tinggi kedudukannya dari KLB," kata Achmad kepada CNNINdonesia.com, Rabu (4/3).

Achmad menjelaskan penanganan covid-19 masuk dalam ranah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Virus corona ini masuk ke dalam bencana nonalam.

[Gambas:Video CNN]


(mts/asa)