PD Pasar Jaya Siap Jual Sejuta Masker untuk Tekan Harga
CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2020 19:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan pihaknya telah mempersiapkan setok satu juta masker untuk didistribusikan ke berbagai pasar, termasuk Pasar Pramuka.
Tindakan ini dilakukan menyusul kabar pedagang di Pasar Pramuka menjual masker dengan harga tinggi. Pasar Pramuka sendiri dikenal sebagai pusat grosir obat dan alat-alat kesehatan di Jakarta.
"Kita enggak berhenti hanya pada satu juta pieces masker, kita akan tambah lagi secara bertahap, sehingga bisa harganya normal dan stabil," ujar Arief saat ditemui di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Selain itu ia mengungkapkan pihak pengelola pasar bersama pedagang pasar pramuka juga telah menyepakati harga masker di Pasar Pramuka. Kini, satu masker di Pasar Pramuka disepakati bakal dipasarkan seharga Rp2.500. Sedangkan harga untuk satu boks masker berisi 50 potong adalah seharga Rp125.000.
"Kita tadi sepakat dengan pedagang pasar pramuka, untuk tidak membeli masker dengan harga tinggi dari agen distributor, kita juga sudah sepakat harganya Rp2.500 per masker," ujarnya.
Arief juga mengatakan telah mendapatkan imbauan dari Pemerintah DKI untuk menstabilkan harga masker di pasaran. Apalagi, pasar pramuka menjadi pusat penjualan alat kesehatan.
"Kemarin kami dipanggil gubernur untuk rapat pimpinan untuk membantu mengendalikan harga masker di pasaran, Pasar Pramuka ini kan menjadi barometer," ujarnya.
Ketentuan Pembelian Masker
Untuk mencegah penimbunan masker oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Arief memberlakukan aturan untuk pembelian masker di Pasar Pramuka.
"Setiap orang akan diperbolehkan membeli 1 boks masker dengan memperlihatkan KTP, kalau beli satuan 2 seharga Rp2.500," ujarnya.
Harga tersebut berlaku di Pasar Pramuka, sedangkan untuk pembelian di gerai Jakmart, Jakgrosir dan gerai yang bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, satu masker dihargai Rp1.950.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, dalam rangka memenuhi protokol antisipasi risiko virus corona, Arief mengatakan pihaknya telah mendapat imbauan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi virus corona di lingkungan pasar.
"Saat ini pasar lagi sosialisasi corona, sesuai imbauan pemprov," katanya.
"Kita siapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan," tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mengusahakan tersedianya thermal detector untuk mengukur suhu tubuh di pintu masuk pasar.
"Setiap pasar akan ada thermal detector, bertahap akan kita sediakan," ucapnya.
(mln/kid)
Tindakan ini dilakukan menyusul kabar pedagang di Pasar Pramuka menjual masker dengan harga tinggi. Pasar Pramuka sendiri dikenal sebagai pusat grosir obat dan alat-alat kesehatan di Jakarta.
"Kita enggak berhenti hanya pada satu juta pieces masker, kita akan tambah lagi secara bertahap, sehingga bisa harganya normal dan stabil," ujar Arief saat ditemui di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tadi sepakat dengan pedagang pasar pramuka, untuk tidak membeli masker dengan harga tinggi dari agen distributor, kita juga sudah sepakat harganya Rp2.500 per masker," ujarnya.
"Kemarin kami dipanggil gubernur untuk rapat pimpinan untuk membantu mengendalikan harga masker di pasaran, Pasar Pramuka ini kan menjadi barometer," ujarnya.
![]() |
Ketentuan Pembelian Masker
Untuk mencegah penimbunan masker oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, Arief memberlakukan aturan untuk pembelian masker di Pasar Pramuka.
"Setiap orang akan diperbolehkan membeli 1 boks masker dengan memperlihatkan KTP, kalau beli satuan 2 seharga Rp2.500," ujarnya.
Harga tersebut berlaku di Pasar Pramuka, sedangkan untuk pembelian di gerai Jakmart, Jakgrosir dan gerai yang bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, satu masker dihargai Rp1.950.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, dalam rangka memenuhi protokol antisipasi risiko virus corona, Arief mengatakan pihaknya telah mendapat imbauan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan sosialisasi virus corona di lingkungan pasar.
"Saat ini pasar lagi sosialisasi corona, sesuai imbauan pemprov," katanya.
"Kita siapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan," tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mengusahakan tersedianya thermal detector untuk mengukur suhu tubuh di pintu masuk pasar.
"Setiap pasar akan ada thermal detector, bertahap akan kita sediakan," ucapnya.
