Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyebut pasien tersebut meninggal karena pneumonia atau radang paru-paru.
"[Diagnosa atau cause of death] secara umum pneumonia ya. Jadi ISPA ada ringan, sedang, berat. Berat sekali itu pneumonia ya," kata dia, Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Ada katanya anaknya riwayat dari Singapura segala macam, yang pasti bukan kontak ya [dengan kasus positif]," ucap Syahril.
[Gambas:Video CNN]
Terpisah, juru bicara pemerintah khusus kasus corona, Achmad Yurianto menyatakan belum ada hasil pemeriksaan yang menyebut pasien itu positif corona. Oleh karena itu, dia memastikan pasien yang meninggal ini tak termasuk dalam klaster pasien kasus-1 corona.
"Saya tidak mendapatkan laporan bahwa dia terkonfirmasi corona virus karena bukan bagian dari klaster ini," katanya di kantor presiden.
Terkait status anak pasien yang disebut baru kembali dari Singapura, pria yang karib disapa Yuri itu mengaku belum mengetahui waktu kedatangannya di Indonesia. Namun ia memastikan anak itu masuk pada daftar Orang dalam Pemantauan (ODP).
"Iya pasti itu (masuk ODP). Tapi kapan perginya, datangnya enggak tahu kita," kata Yurianto.
