Achmad menyebut WNA yang disebut sebagai pasien kasus 25 itu tiba di rumah sakit pada 7 Maret lalu.
"(Datang) empat hari yang lalu," ujar Achmad di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari datang dia sudah sakit. Jadi bukan karena corona virus sebagai penyebab utama tapi itu yang memperburuk," katanya.
Jumlah pasien yang positif berkurang setelah dua dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia. Satu pasien yang meninggal merupakan WNA berusia 53 tahun.
Insert artikel waspada virus corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Tadi malam sekitar pukul 02 lewat sedikit, pasien nomor 25 meninggal dunia," kata Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).
Kedutaan besar negara asal perempuan tersebut juga sudah tahu. Selama masa perawatan, pasien itu juga didampingi suaminya.
"Sekarang dalam proses mengirimkan kembali jenazah ke negaranya," kata Yurianto.
Saat ini ada 736 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat terkait corona. Spesimen mereka sudah diambil dan diperiksa.
Dari jumlah tersebut, 27 di antaranya merupakan pasien yang dinyatakan positif mengidap corona meski dua telah sembuh dan satu meninggal dunia.
"Kami menemukan beberapa PDP baru dari hasil tracing dan kami sudah kirim spesimennya ke laboratorium. Kami harap siang ini sudah ada hasilnya. Totalnya sampai tadi pagi 736, tentu tidak semua positif tapi itu yang sudah kami periksa," ujar Achmad.
[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)
