Adrianus menyampaikan itu setelah melakukan sidak ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (19/3).
"Saya mengharapkan pemerintah memberi dana tambahan bagi mereka (lapas) untuk meningkatkan gizi warga binaan," kata Adrianus saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia yakin penambahan dana untuk lapas perlu dilakukan demi mencegah virus corona. Menurutnya, bakal sulit mengatasi jika sudah ada warga binaan yang positif terjangkit virus tersebut.
Adrianus mengatakan pihak Ditjen Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebetulnya sudah cukup cemas dengan pandemi virus corona sejauh ini.
Kemudian lapas dengan gradasi warna merah diwajibkan membatasi pertemuan dengan pembesuk. Alternatifnya, kata dia, setiap lapas akan menyediakan jasa videocall dan telepon sebagai pengganti pertemuan dengan keluarga.
"Maka perlu sosialisasi yang intens dari petugas terhadap warga (binaan)," tuturnya.
Sebelumnya, Ditjen PAS Kemenkumham telah melarang masyarakat menjenguk seluruh warga binaan atau narapidana di lapas seluruh DKI Jakarta. Larangan diberlakukan pada 18-31 Maret guna mencegah penularan virus corona.
"Pelaksanaan kunjungan bagi tahanan, narapidana, anak ditiadakan penyelenggaraannya sementara sampai dengan batas waktu tertentu," kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pemasyarakatan Nugroho, Senini (16/3).
Sejauh ini telah ada 227 orang yang positif mengidap virus corona (Covid-19). Sebanyak 208 di antaranya berada di Jakarta. Dari 208, 108 dirawat, 13 sembuh dan 17 meninggal dunia.