Tampung 59 Ribu Orang, Masjid Akbar Surabaya Tetap Jumatan

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 16:48 WIB
Pengurus masjid hanya akan membuka tiga pintu untuk keluar masuk jamaah saat Salat Jumat. ilustrasi salat Jumat (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Masjid Nasional Al-akbar Surabaya, Jawa Timur bakal tetap melaksanakan Salat Jumat berjamaah pekan ini meski penyebaran virus corona (Covid-19) masih belum berhenti. Juru bicara masjid, Helmy M. Noor mengatakan sejauh ini kondisi Jawa Timur masih terkendali.

"Prinsip Masjid Al-akbar Surabaya, sesuai hasil rapat pengurus masjid tetap melakukan salat Jumat," kata Helmy, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (19/3).

Merujuk pada situs resmi Kementerian Agama, Masjid Nasional Al-Akbar atau Masjid Agung Surabaya memiliki daya tampung maksimal 59 ribu. Luas bangunan dan fasilitas penunjang mencapai 22.300 meter persegi dan berlokasi di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.


Meski tetap menghelat Salat Jumat berjamaah, pihak masjid bakal membatasi akses keluar dan masuk. Langkah preventif lainnya juga dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadi penularan corona. Helmy mengatakan langkah itu sebagai ikhtiar dhohir (usaha nyata).

"Biasanya masjid dibuka empat atau lima pintu, sekarang tiga pintu. Nanti di masing-masing pintu kita akan pasang thermal scanner itu adalah ikhtiar yang kami lakukan," ujarnya.

Area masjid juga telah disemprot oleh disinfektan. Setiap hari lantai masjid dipel dan diberikan cairan antiseptic.

Helmy menjelaskan banyak area masjid yang telah dilengkapi fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Karpet pun digulung dan dibersihkan secara rutin.

Selain ikhtiar dhohir, Helmy mengatakan pihaknya turut melakukan ikhtiar batin. Misalnya dengan doa khusus kepada Allah untuk meminta pertolongan di tengah wabah pandemi corona.

"Para imam selesai solat rawatib memimpin doa khusus untuk kemaslahatan bangsa jamaah masyarakat Indonesia dari berbagai penyakit. Kemudian para khatib Jumat juga mendoakan yang sama," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Helmy mengamini kasus orang yang terjangkit virus corona masih akan terus bertambah. Oleh karena itu, jika memang kondisi memburuk secara mendadak, bisa saja Salat Jumat ditiadakan.

"Menunggu keadaan, kita tidak ingin berandai-andai pekan depan. Justru pekan-pekan ini kita ikhtiar berdoa dan mengimbau masyarakat apa-apa yang sudah disampaikan gubernur oleh wali kota," kata dia.

Pemerintah pusat mengumumkan telah ada 309 orang yang positif mengidap virus corona di Indonesia. Data tersebut diumumkan pada Kamis siang (19/3).

Kasus positif corona terdapat di DKI Jakarta (210), Banteng (27), Jawa Barat (26), Jawa Tengah (12), Jawa Timur (9), DI Yogyakarta (5), Riau (3), Kalimantan Timur (3), Sulawesi Tenggara (3), Kepulauan Riau (3), Kalimantan Barat (2), Riau (2), Sumatera Utara (2), Sulawesi Selatan (2), Bali (1), dan Lampung (1).

Dari jumlah tersebut, 25 orang meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan sembuh. Pasien meninggal akibat corona paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni 17 orang.
(frd/bmw)