Gedung Isolasi Corona RSUD Belitung Ditutupi Terpal

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 17:45 WIB
Pihak RSUD Marsidi Judono, Bangka Belitung, menyatakan terpal itu sebagai penanda bagi masyarakat agar tidak mendekati ruang isolasi virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gedung ICU yang digunakan sebagai ruang isolasi pasien virus corona (Covid-19) di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditutup dengan terpal guna menjaga tetap steril dari pengunjung lain.

Ruang isolasi khusus digunakan untuk merawat pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), atau suspect corona.

"Ini adalah ruang isolasi, artinya jangan sampai orang lain mendekat ke sini," kata Direktur RSUD Marsidi Judono Belitung, dr.Hendra Sp.An di Tanjung Pandan, Kamis (19/3).


Menurut dia, pemasangan terpal yang mengelilingi gedung isolasi tersebut sebagai penanda agar area sekitar tersebut tetap aman dari orang-orang yang tidak berkepentingan.

"Jadi biar aman ini adalah ruang isolasi jangan mendekat jangan berkeliaran di sekitarnya," ujarnya.

Sedangkan standar operasional dan protokol berlaku di ruang isolasi tersebut adalah tidak semua orang diperbolehkan masuk dan harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.

Hendra menambahkan saat ini RSUD Marsidi Judono memiliki ruang isolasi baru bagi pasien suspect corona di daerah itu dengan kapasitas 16 tempat tidur.

"Jadi totalnya di ruang isolasi ada 24 tempat tidur 16 di ruang isolasi Rambai dan 8 ruang isolasi ICU," katanya.

Saat ini RSUD Marsidi Judono Belitung merawat 17 orang PDP di ruang isolasi. 

"Pasien ke 17 jenis kelamin laki-laki usia 62 tahun status PDP dan dirawat di ruang isolasi," kata Hendra.

Menurut dia, selain merawat satu pasien tambahan PDP pihaknya juga merawat satu pasien Orang Dengan Pemantauan (ODP) yaitu pasien nomor 10 jenis kelamin perempuan, usia 39 tahun di ruang isolasi RSUD setempat.

Total jumlah pasien ODP di RSUD Marsidi menjadi tujuh orang namun tidak semua dirawat.

"Mereka mengisolasi diri tidak boleh ke mana-mana makannya juga cukup istirahat cukup kalau ada gejala tambahan seperti panas dan batuk segera datang ke rumah sakit," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Hendra menambahkan hingga saat ini sebanyak 10 pasien telah diambil sampel spesimennya terdiri dari pasien nomor 01 sampai 08 kemudian pasien nomor 16 dan pasien 17.

"Jadi hari ini sudah dilakukan delapan kali swab dan kemarin lima kali swab jadi hari ini ada 13 spesimen yang dikirim ke laboratorium kesehatan Kemenkes," katanya.

Dikatakan dia, sedangkan kondisi terkini dari 10 pasien yang sedang mendapatkan perawatan di ruang isolasi RSUD setempat baik PDP maupun ODP kondisinya semakin membaik.

"Kondisi semakin membaik pasien 01 sampai 04 rata-rata progresnya membaik tidak ada yang memburuk yang harus pakai ventilator," ujarnya. (Antara/wis)