Bentuknya, mulai dari karangan bunga, panganan, alat pengamanan diri (APD), hingga asuransi kesehatan.
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS), misalnya, yang kebanjiran puluhan karangan bunga, baik dari masyarakat maupun instansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, RSPI, yang jadi salah satu pusat penanganan Covid-19, juga menerima bantuan vitamin, alat pelindung diri, hingga makanan untuk para pegawai.
[Gambas:Instagram]
Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelontorkan Rp6,1 triliun untuk asuransi dan santunan kepada tenaga medis.
"Untuk bidang kesehatan ada Rp6,1 triliun untuk asuransi dan santunan kepada tenaga medis yang sekarang ada di depan, hadapi risiko [Virus Corona] paling besar," ucap dia, JUmat (20/3).
Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, menyebut berbagai pihak mulai menyadari perjuangan para petugas medis yang penuh risiko. Meski tak mengetahui dari mana saja karangan bunga itu berasal, ia menyampaikan apresiasinya atas dukungan moril itu.
"Mereka (masyarakat) mendengar merasakan begitu simpatiknya kepada petugas kesehatan, bukan hanya di RSPI, tapi seluruh Indonesia yang telah memberikan suatu pengorbanan perjuangan untuk penanganan Corona, di tengah kepanikan, kegalauan orang-orang dengan ketakutan tinggi, tapi petugas kesehatan masih berjuang," ia menuturkan.
RSPI sendiri menyiagakan tujuh dokter paru, 216 perawat, 2- dokter umum, 60 dokter spesialis, serta tenaga farmasi, apoteker, petugas kebersihan.
[Gambas:Video CNN]
Diketahui, sejumlah tenaga medis sudah menjadi korban Virus Corona di Indonesia. Misalnya, perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan seorang dokter di Medan.
Petugas juga mengeluhkan kekurangan APD untuk penanganan Corona. Bahkan, petugas di Garut sempat memakai jas hujan, alih-alih baju hazmat, dalam penanganan pasien Corona.
(cnn indonesia tv/arh)