Hal itu diungkapkan salah satu tenaga medis dari Puskesmas Ciangsana, Masitoh, yang berada tak jauh dari kediaman sang nenek.
Masitoh membenarkan si nenek memang tengah sakit, namun hanya batuk, tidak demam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Masitoh mencurigai si nenek mengalami gejala tuberkulosis (TBC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara, kata dia, selain diberi obat, petugas kesehatan akan memantau kesehatan si nenek setiap tiga hari hingga seminggu ke depan. Selanjutnya, petugas baru akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan TBC.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi kan, kalau mau diagnosa positif [TBC] harus ada pemeriksaan laboratorium. Jadi nanti Rabu dia diperiksa dulu," ujarnya.
Sebelumnya, nenek itu dikabarkan mengalami gejala demam dan batuk tanpa penanganan medis, sejak Jumat (20/3).
Hal itu dikabarkan oleh seorang tetangganya. Perempuan itu mengaku sudah menghubungi sejumlah nomor darurat Covid-19 untuk melaporkan keadaan si nenek namun nihil respons.
Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul berita ini pada Selasa (24/3) terkait dengan klarifikasi pihak terkait. (thr/arh)