Gubernur Jabar Sepakat Realokasi APBD demi Tangani Corona

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 03:30 WIB
Sesuai arahan Presiden Jokowi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan siap dengan pergeseran dana APBD untuk menanggulangi wabah virus corona. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan siap dengan pergeseran dana APBD untuk menanggulangi wabah virus corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pemerintah Daerah bersama DPRD Jabar telah berkoordinasi untuk memfokuskan ulang (refocusing) dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menyikapi wabah virus corona (Covid-19) yang semakin meluas.

Dia menyampaikan pernyataan itu usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3).


Dalam rapat terkait penanganan Covid-19 itu, Jokowi meminta seluruh gubernur untuk melakukan mitigasi terhadap masyarakat dengan memfokuskan ulang dan realokasi anggaran demi mempercepat penanganan virus corona, baik terkait isu kesehatan maupun bantuan sosial (bansos) atasi isu ekonomi.


Hal itu tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dikeluarkan pada Jumat, 20 Maret lalu.

"Kami sudah melakukan rapat dengan DPRD (Jabar). Semua yang Bapak (Presiden) sampaikan sudah kami siapkan, pergeseran-pergeseran dana sudah kami sepakati," ujar Emil, sapaan akrabnya.

Dia mengatakan pelaksanaan relokasi anggaran tinggal mengatur masalah teknis pendistribusian.


"Terjadi fenomena baru, miskin baru, yang tadinya tidak masuk dalam kategori subsidi, tidak terdaftar namanya, tiba-tiba mendadak dia masuk kategori itu," tutur Emil.

Gubernur Jabar Sepakat Realokasi APBD demi Tangani CoronaInfografis status terkait risiko covid-19. (CNNIndonesia/Basith Subastian)
Untuk itu, Emil pun berharap pemerintah pusat melalui APBN bisa membantu daerah untuk alokasi anggaran terhadap masyarakat yang masuk dalam kategori miskin baru.

"Itu yang akan menjadi tantangan, kami sedang mengatur. Mohon izin, kami akan fokuskan, mungkin yang miskin lama oleh APBN dan miskin baru akan kami coba hitung dari APBD provinsi," ucapnya.

Dalam arahan lainnya, Jokowi juga meminta semua kementerian atau lembaga, serta pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk memangkas rencana belanja yang tidak diprioritaskan.

"Saya perintahkan kepada semua kementerian/lembaga, gubernur, bupati/wali kota agar memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBN maupun di APBD. Anggaran-anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan, belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat harus dipangkas, karena kondisi fiskal kita sekarang bukan kondisi yang enteng," ujar Jokowi.


Selain itu, Jokowi juga menekankan tiga hal yang menjadi fokus dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, yakni keselamatan dan kesehatan sebagai hal yang utama, menyiapkan bantuan sosial, dan menghitung dampak ekonomi dan memastikan ketersediaan stok pangan.

Jokowi pun mengingatkan kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan memperhatikan para buruh, pekerja harian, petani, nelayan, serta para pengusaha mikro dan kecil.

"Oleh sebab itu, setiap kegiatan yang ada di provinsi, kabupaten, dan kota diarahkan agar menjadi program padat karya tunai. Ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat, tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19," ucap Jokowi.

Dalam mengatasi dampak Covid-19, presiden juga mengatakan pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan terkait penambahan bantuan sembako bagi penerima manfaat serta memulai program Kartu Pra Kerja untuk antisipasi karyawan yang terkena PHK, pekerja harian yang hilang penghasilan, dan pekerja mikro yang kehilangan pasar.

"Dan saya minta agar pemerintah provinsi bisa ikut mendukung ini, siapa yang harus diberi agar mulai didata dengan baik," katanya.


[Gambas:Video CNN] (hyg/pmg)