Jawa Tengah Punya Laboratorium Pemeriksa Covid-19

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 04:11 WIB
Jawa Tengah Punya Laboratorium Pemeriksa Covid-19 Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) meninjau Laboratorium Pemeriksa Covid-19 Jateng yang berada di Kota Salatiga. (Dok. Istimewa)
Semarang, CNN Indonesia -- Provinsi Jawa Tengah kini punya Laboratorium yang menjadi tempat pemeriksaan seseorang apakah terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak.

Tempat tersebut adalah Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) yang berada di Kota Salatiga. Balai besar itu secara resmi telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium penelitian penyakit corona di luar laboratorium Balitbangkes.

"Alhamdulillah Kemenkes sudah menunjuk Lembaga B2P2VRP salatiga ini sebagai tempat pengecekan corona. Ini bisa membantu seluruh rumah sakit yang ada di Jateng untuk melakukan pengecekan," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai meninjau fasilitas B2P2VRP di Salatiga, Kamis (26/3).


Menurut Ganjar, di laboratorium B2P2VRP Salatiga, proses pengecekan hanya berlangsung beberapa jam, dan paling lama dua hari.

"Kalau masuk sebelum jam 12, hasilnya bisa diambil sore. Tapi kalau melebihi jam 12.00 WIB, maka hasilnya hari berikutnya. Namun apapun itu, ini progres yang sangat bagus untuk melakukan percepatan. Diambil minimalnya, di sini bisa melakukan pengecekan maksimal dua hari saja," kata Ganjar.

Diharapkan, dengan kecepatan penelitian dan pemeriksaan ini secara otomatis akan berimbas pada penentuan tindakan medis terhadap seseorang.

"Hasil pengecekan ini yang menentukan perlakuan terhadap pasien. Kalau yang positif bagaimana, yang negatif bagaimana. Jadi semakin cepat hasil didapat, akan semakin baik," katanya.

Dengan ditunjuknya tempat laboratorium untuk corona ini, maka Pemprov Jawa Tengah akan meminta seluruh rumah sakit untuk menggunakan fasilitas B2P2VRP sebagai upaya penindakan dan pencegahan wabah Covid-19.

1000 Bantuan Alat Virus Transport Media

Selain itu, seperti dilansir Antara, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Jakarta memberikan bantuan berupa 1.000 alat 'virus transport media' untuk penanganan virus corona (Covid-19) di Jawa Tengah.

Bantuan dari lembaga yang ditunjuk pemerintah dalam penanganan Covid-19 tersebut diterima langsung Ganjar di rumah dinas gubernur, Semarang, Kamis.

VTM merupakan media berupa tabung untuk membawa sampel swab atau hasil usapan saluran pernapasan pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.

Usai menerima, bantuan 1.000 VTM itu kemudian langsung diserahkan Ganjar ke Dinas Kesehatan Provinsi Jateng untuk segera didistribusikan kepada rumah sakit yang menangani Covid-19.

"Alhamdulillah Jateng mendapatkan rezeki berupa 1.000 VTM. Alat ini sekarang banyak orang membutuhkan dan sangat penting untuk membawa hasil swab masyarakat yang diduga terjangkit corona," katanya.

"Akan segera kami distribusikan, kalau VTM ini tentu ke rumah sakit-rumah sakit yang menangani kasus Covid-19," imbuh politikus PDIP tersebut.

[Gambas:Video CNN]
Pemerintah, lanjut Ganjar, sampai saat ini terus berikhtiar untuk melakukan pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya.

Sejauh ini sejak kasus pertama diungkap pada 2 Maret lalu, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia per Kamis (26/3) ada 893 orang, di mana 78 meninggal dan sembuh 35.

"Ada penambahan kasus konfirmasi positif kurang lebih 103 orang sehingga jumlah totalnya 893," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

(dmr, Antara/kid)