RK: Rapid Test Corona Tentukan Perpanjangan Belajar di Rumah

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 07:10 WIB
RK: Rapid Test Corona Tentukan Perpanjangan Belajar di Rumah Rapid test corona akan jadi pertimbangan untuk perpanjangan masa belajar di rumah di Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih belum memutuskan memperpanjang program belajar di rumah selama pandemi virus corona atau Covid-19. Pihaknya baru akan memutuskan program tersebut berlanjut atau tidak pada Sabtu (28/3) mendatang.


Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jabar telah melaksanakan rapid test yang dimulai pada Rabu (25/3) lalu. Tes cepat yang dilakukan secara masif tersebut diberikan kepada warga yang memiliki tingkat potensi keterpaparan yang tinggi.

Dari hasil tes yang dilakukan hingga Jumat (27/3) nanti, Emil berharap keluar hasil analisa yang akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di Jawa Barat. Sehingga bisa menghasilkan keputusan termasuk memperpanjang program belajar di rumah atau tidak.


"Hari Sabtu ini sudah keputusannya. Jadi setelah tes masif dikumpulkan akan kelihatan peta penyebarannya," kata pria yang disapa Emil itu, Kamis (26/3).

Tes yang dilakukan terhadap orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pasien positif terpapar corona, masih belum keluar hasilnya.

Apabila mengalami peningkatan, Emil mengaku pihaknya akan memperpanjang program belajar di sekolah.

"Kalau landai, kita bisa lakukan sekolah lagi dengan physical distancing. Kalau ternyata melonjak kita akan memperpanjang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Hikmat Ginanjar mulai mempertimbangkan perpanjangan masa belajar di rumah bagi para siswa. Hal itu berkaca dari perkembangan situasi wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

"Kalau melihat perkembangan dengan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, melihat angka bertambahnya ODP dan PDP, kemungkinan kita akan berikan usulan kepada pimpinan untuk memperpanjang masa belajar di rumah," kata Hikmat dalam keterangan tertulis.

Hikmat menilai, perpanjangan masa belajar di rumah itu perlu untuk menjaga agar wabah tidak terus meluas. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mempertimbangkan jangka waktu masa belajar di rumah.

[Gambas:Video CNN]

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, juga mempertimbangkan keputusan nasional dari Kementerian Pendidikan," katanya.

Kendati perlu memperpanjang masa belajar di rumah, ia memastikan perangkat pembelajaran dan mekanisme evaluasi hasil belajar sudah dipersiapkan. Ia berharap seluruh komponen pendidikan bisa bekerja sama.

"Kita sudah mempersiapkan beberapa perencanaan, rancangan persiapan, panduan belajar mengajar. Kita sudah ada. Jadi kalau ada kebijakan misalnya diperpanjang, penilaian hasil belajar juga ada penyesuaian," katanya.

Penilaian tersebut bisa berasal dari hasil pembelajaran daring, model portofolio, dan beberapa penugasan kepada siswa. Demikian halnya dengan ujian nasional (UN) yang sudah dihapuskan oleh pemerintah pusat.

"Hal positifnya dari tidak ada UN itu hasil prestasi siswa dari semester satu, dua, dan seterusnya menjadi lebih berharga karena ada penilaian dari nilai raport," katanya.
(hyg/sur)