Hari ke Hari Angka Kematian akibat Corona di Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 08:14 WIB
Hari ke Hari Angka Kematian akibat Corona di Indonesia Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah terus memperbaharui angka pasien corona, baik yang positif meninggal maupun yang sembuh. Hingga kemarin, jumlah pasien yang meninggal corona di Indonesia berjumlah 78 orang atau ada penambahan 20 orang dalam kurun waktu satu hari saja.

Indonesia pertama kali mengumumkan kasus kematian akibat corona pada Rabu, 11 Maret 2020 lalu. Saat itu Juru Bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto mengatakan, pasien positif covid-19 yang meninggal adalah pasien dengan nomor kasus 25.

Pasien adalah perempuan Warga Negara Asing (WNA) yang diketahui memiliki riwayat penyakit berat. WNA tersebut menjalani perawatan di Bali.

Sehari setelahnya tak ada pengumuman pasien meninggal.


Dua hari berselang, Jumat (13/3), Yurianto kembali mengumumkan tambahan tiga kasus yang meninggal dunia. Tiga kasus itu adalah, pasien dengan nomor kasus 35 perempuan berusia 57 tahun, pasien dengan nomor kasus 36 perempuan berusia 37 tahun, dan pasien dengan nomor kasus 50 laki-laki berusia 59 tahun.

Sabtu (14/3),pasien meninggal kembali diumumkan. Jumlahnya kali ini cuma satu. Namun, saat itu, Yurianto tidak menjelaskan secara rinci mengenai nomor kasus maupun profil pasien yang meninggal tersebut.

"Ada beberapa saudara kita yang tidak bisa sembuh, dan yang meninggal menjadi 5 orang," kata Yurianto, Sabtu (14/3).

Jumlah kasus yang meninggal tidak mengalami kenaikan pada Minggu (15/3) dan Senin (16/3). Pada Selasa (17/3) sore saat jumpa pers, Yurianto menyebut jumlah pasien meninggal akibat covid-19 masih berjumlah lima orang. 

Namun, setelahnya, ia mengakui, bahwa ada penambahan dua kasus baru yang meninggal. Menurutnya, hal itu tak perlu dipermasalahkan karena data pasien memang dinamis. 

"Ada tujuh sekarang. Tapi besok mungkin bisa tambah," ujar Yurianto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/3) malam.

Jumlah pasien yang meninggal dunia mengalami kenaikan cukup drastis pada Rabu (18/3). Pemerintah mengumumkan ada tambahan 12 kasus baru yang meninggal. Sehingga total kasus meninggal menjadi 19 kasus.

"Akumulatif meninggal sampai 18 maret. Provinsi Bali 1 kasus, Banten 1 kasus, DKI Jakarta ada 12 kasus. Jawa barat ada 1 kasus. Jawa Tengah 2 kasus. Jawa Timur 1, dan Sumatera Utara ada 1 kasus," kata Yurianto, Rabu (18/3).

Jumlah pasien terinfeksi corona yang meninggal bertambah menjadi 25 orang pada Kamis (19/3). Yurianto mengatakan, dari 25 kasus meninggal, rentang usia terbanyak adalah 45 -65 tahun, meski begitu, ada satu kasus pasien yang meninggal berumur 37 tahun. 

"Kalau diperhatikan maka hampir semua memiliki penyakit pendahulu, sebagian besar adalah diabetes, hipertensi dan jantung kronis, dan diantaranya ada paru obstruksi," kata dia, Kamis (19/3).

Pasien terinfeksi corona yang meninggal bertambah menjadi 32 orang pada Jumat (20/3). Bertambah menjadi 38 orang pada Sabtu (21/3), dan bertambah menjadi 48 orang pada Minggu (22/3).

"Dalam perjalanan penyakitnya, korban yang meninggal bertambah 10 orang menjadi 48 orang." kata Yurianto, Minggu (22/3).

Yurianto kembali mengumumkan adanya penambahan satu kasus meninggal pada Senin (23/3), sehingga total yang meninggal menjadi 49 orang. Pasien terinfeksi corona yang meninggal kembali bertambah menjadi 55 orang pada Selasa (24/3).

Pada Rabu (25/3), Ia menyebut ada penambahan tiga kasus kematian baru dari hari sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 58 kasus.

"Setelah verifikasi ulang, datanya diperbaiki, sehingga menjadi 58 kasus," ujar Yurianto, Rabu (25/3).

Lonjakan kasus kematian paling tinggi terjadi pada Kamis (26/3). Yurianto mengatakan, ada penambahan 20 kasus baru yang meninggal dunia.

"Penambahan 20 kasus, totalnya 78," ujar dia, Kamis (26/3).

Dari total 78 kasus yang meninggal dunia. Jumlah terbesar kasus meninggal berada di DKI Jakarta, yakni 46 kasus, kemudian disusul Jawa Barat 11 kasus, Jawa Tengah 6 kasus, Banten 4 kasus, Jawa Timur 3 kasus, Bali 2 kasus, DIY 2 kasus, Kepulauan Riau 1 kasus, Sumater Utara 1 kasus, Sumatera Selatan 1 kasus, dan Sulawesi Selatan 1 kasus.
(yoa/sur)