Asosiasi Media Kritik Kementerian Luhut Abai Cegah Corona

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 20:57 WIB
Asosiasi media televisi maupun online meminta instansi pemerintah maupun swasta tak menggelar jumpa pers secara tatap muka di tengah wabah virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengkritik langkah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) yang masih menggelar kegiatan peliputan secara tatap muka di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Kemenko Marves yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19," kata Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).
Yadi menilai langkah Kemenko Marves yang menggelar konferensi pers hari ini secara tatap muka tidak memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah dibuat pemerintah sendiri.

Ia pun meminta pihak redaksi masing-masing media massa tak menugaskan para jurnalisnya untuk meliput konferensi pers tatap muka di tengah wabah virus corona. Menurutnya, media massa perlu memperhatikan keselamatan para wartawannya.


"Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya," kata dia.
Yadi mendesak seluruh instansi pemerintahan tak mengundang para wartawan saat memberikan keterangan pers untuk mencegah penyebaran virus corona. Setiap instansi pemerintah wajib memberikan keterangan pers secara live streaming atau TV pool.

"Mengingat mengundang jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis," ujarnya.

Jaga Jarak Aman

Sama seperti IJTI, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta agar pewarta wajib menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) bila harus hadir dalam suatu konferensi pers.

"Jika kehadiran tersebut tak bisa dihindarkan, diharapkan tim liputan senantiasa menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers atau kegiatan publik tersebut, sesuai ketentuan WHO," kata Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut.
Wenseslaus meminta lembaga pemerintah dan perusahaan swasta untuk memanfaatkan penggunaan teknologi digital dalam publikasi dan pengelolaan informasi di tengah wabah virus corona.

Ia menilai siaran pers maupun konferensi pers bisa dilakukan secara virtual lewat berbagai platform yang banyak tersedia di dunia maya.

"Pada hari-hari ini, semua pihak, tanpa kecuali, harus berdisiplin jaga jarak agar kita semua selamat dari wabah Covid-19," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]

Selain itu, Wenseslaus meminta kepada seluruh perusahaan media mengedukasi publik dengan mencari informasi dari para ahli dan pakar ketimbang wawancara orang yang tak berkompeten terkait virus corona. Hal itu bertujuan agar masyarakat paham dalam menghadapi wabah virus corona ini.

Sebelumnya, Kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan menggelar jumpa pers di Gudang Angkasa Pura Kargo 530 (cargo area) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten hari ini. Acara itu digelar untuk menyampaikan keterangan perihal penyerahan bantuan dari China.

Dari video yang beredar, para jurnalis yang meliput saling berdempetan. Mereka tak menjaga jarak aman. Begitu juga dengan narasumber yang memberikan keterangan kepada awak media. (rzr/fra)