Cegah Corona, Jokowi Siapkan Perpres dan Inpres Mudik

CNN Indonesia | Senin, 30/03/2020 14:50 WIB
Pemerintah akan mengatur mudik lebaran 2020 dengan Perpres dan Inpres, sebagai bagian dari pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia. Ilustrasi mudik. (CNN Indonesia / Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengatur soal mudik lebaran demi mencegah persebaran virus corona (covid-19).

"Pemerintah menyiapkan Perpres dan Inpres sebagai dasar hukum pengaturan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah," ujar juru bicara presiden Fadjroel Rachman melalui keterangan tertulis, Senin (30/3).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Fadjroel, semua elemen masyarakat diminta fokus mencegah meluasnya covid-19 dengan mengurangi mobilitas antar daerah.


Sementara bagi masyarakat yang terlanjur mudik, Fadjroel mengingatkan agar meningkatkan pengawasan dan protokol kesehatan.

"Bagi yang sudah terlanjur mudik tingkatkan protokol kesehatan tetapi tidak melakukan screening berlebihan. Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa keselamatan rakyat merupakan hal utama yang diupayakan pemerintah di tengah pandemi covid-19," katanya.

Jokowi sebelumnya memerintahkan agar masing-masing pemda tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, namun tetap terukur. Dengan demikian, tak terkesan berlebihan di mata masyarakat.

"Jangan sampai menimbulkan langkah-langkah penyaringan yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur (mudik). Terapkan protokol kesehatan dengan baik," ujar Jokowi dalam video conference.

Protokol kesehatan, sambung Jokowi, harus dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditentukan demi menjamin kesehatan bagi pemudik dan masyarakat di daerah-daerah. Ini berlaku bagi seluruh jajaran di pemda, baik gubernur, bupati, dan walikota.

"Pastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi warga yang ada di desa," tegas Jokowi.

Ia mengaku telah mendapatkan informasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X terkait pelaksanaan pengawasan protokol kesehatan di daerah masing-masing. Jokowi menyatakan pengawasan yang dilakukan di Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah ketat.

"Ini saya kira inisiatif yang bagus," imbuhnya.

Sementara itu, Jokowi juga mendapatkan laporan bahwa selama delapan hari terakhir ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa sekitar 14 ribu penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogayakarta. Angka itu belum termasuk angkutan transportasi lain, seperti kereta api, kapal, dan mobil pribadi.

[Gambas:Video CNN]
Ia memerintahkan jajarannya membuat langkah tegas untuk mencegah masyarakat pulang ke kampung halamannya demi mengurangi risiko penularan virus corona. Menurutnya, imbauan yang sudah dilakukan oleh beberapa tokoh negara dan gubernur belum cukup membuat masyarakat tetap tinggal di rumah.

"Menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran virus corona," jelas Jokowi.

Pemerintah pusat sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Namun, Kementerian Perhubungan menyatakan tengah berkoordinasi dengan Polri, TNI, dan Kementerian lainnya untuk menyiapkan skema larangan mudik, salah satunya dengan menutup sementara dan menjaga jalan-jalan akses keluar dari Jabodetabek. (psp/aud/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK