Menurutnya, langkah penundaan dua hajatan besar itu penting diambil agar pemerintah fokus pada upaya penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19).
Selain itu, Nasim juga menyarankan agar pemerintah menunda rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara teknis nanti dibahas kembali oleh pemerintah, legislatif, dan mitra masing-masing. Sebab yang mendesak saat ini adalah penanggulangan Covid-19," ujarnya.
"Maka harus ada perencanaan matang terkait pemenuhan bahan pangan, pasar perdagangan, industri, koperasi semua harus maksimal. Apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadan kemudian lebaran. Harus disiapkan dari sekarang," katanya.
Lebih jauh, Nasim mengingatkan semua rumah sakit, khususnya yang sudah ditetapkan sebagai rujukan agar menerima semua pasien virus corona. Ia juga meminta semua pihak tak menganggap remeh penyebaran virus corona yang sudah menjangkit lebih dari 1.000 jiwa ini.
"Rumah sakit wajib bisa menerima pasien, jangan sampai ditolak seperti yang terjadi sekarang karena rumah sakit dan tenaga medis lebih mengerti dan bisa mengatasi masalah medis, walau memang sangat banyak risiko," ujarnya.
"PKB dukung langkah pemerintah apa yang dibutuhkan regulasi dari kita segera dilakukan," kata Cucun.
Sebagai informasi, Pilkada Serentak 2020 rencannya akan diselenggarakan di 270 wilayah pada September mendatang. Sementara PON 2020 rencananya diselenggarakan di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020.
[Gambas:Video CNN]
Sampai hari ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.414 jiwa. Dari jumlah itu, 122 orang meninggal dunia dan 75 lainnya dinyatakan sembuh dari infeksi corona. (mts/fra)