Wabah Corona, PKB Usul Pilkada dan PON 2020 Ditunda

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 01:24 WIB
PKB menyebut penundaan Pilkada serentak dan PON 2020 perlu dilakukan agar pemerintah fokus menangani penyebaran virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nasim Khan menyarankan agar pemerintah menunda penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Menurutnya, langkah penundaan dua hajatan besar itu penting diambil agar pemerintah fokus pada upaya penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19).
"Agenda nasional seperti Pilkada Serentak 2020, PON, dan agenda lainnya sebaiknya ditunda dulu untuk sementara. Kita fokus menangani wabah Virus Corona," kata Nasim dalam keterangan tertulis yang diterima CNNINdonesia.com, Senin (30/3).

Selain itu, Nasim juga menyarankan agar pemerintah menunda rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Menurutnya, pemerintah harus menyiapkan aspek teknis serta regulasi menyangkut penundaan sejumlah agenda nasional ini sehingga konsentrasi pada penanganan virus corona bisa maksimal.

"Secara teknis nanti dibahas kembali oleh pemerintah, legislatif, dan mitra masing-masing. Sebab yang mendesak saat ini adalah penanggulangan Covid-19," ujarnya.
Nasim juga menyampaikan agar semua sektor harus ambil bagian dalam melawan virus corona, mulai dari sektor terkait tenaga medis, ekonomi, keamanan, pangan, serta politik.

Di sektor ekonomi, ia menilai harus ada langkah antisipasi yang untuk mengantisipasi potensi krisis, terutama dalam menyiapkan persediaan pangan untuk mencegah gejolak kebutuhan pokok di masyarakat.

"Maka harus ada perencanaan matang terkait pemenuhan bahan pangan, pasar perdagangan, industri, koperasi semua harus maksimal. Apalagi sebentar lagi masuk bulan Ramadan kemudian lebaran. Harus disiapkan dari sekarang," katanya.

Lebih jauh, Nasim mengingatkan semua rumah sakit, khususnya yang sudah ditetapkan sebagai rujukan agar menerima semua pasien virus corona. Ia juga meminta semua pihak tak menganggap remeh penyebaran virus corona yang sudah menjangkit lebih dari 1.000 jiwa ini.

"Rumah sakit wajib bisa menerima pasien, jangan sampai ditolak seperti yang terjadi sekarang karena rumah sakit dan tenaga medis lebih mengerti dan bisa mengatasi masalah medis, walau memang sangat banyak risiko," ujarnya.
Terpisah, Ketua Fraksi PKB di DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pihaknya setuju usulan untuk menyerahkan sebagian gaji anggota DPR untuk penanganan virus corona. Ia juga menyampaikan bahwa PKB siap mendukung langkah pemerintah di bidang legislasi dalam penanganan virus corona.

"PKB dukung langkah pemerintah apa yang dibutuhkan regulasi dari kita segera dilakukan," kata Cucun.

Sebagai informasi, Pilkada Serentak 2020 rencannya akan diselenggarakan di 270 wilayah pada September mendatang. Sementara PON 2020 rencananya diselenggarakan di Papua pada 20 Oktober hingga 2 November 2020.

[Gambas:Video CNN]

Sampai hari ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.414 jiwa. Dari jumlah itu, 122 orang meninggal dunia dan 75 lainnya dinyatakan sembuh dari infeksi corona. (mts/fra)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK