Menko PMK Imbau WNI di LN Bertahan, Negara Siapkan Bantuan

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 00:45 WIB
Menko PMK Imbau WNI di LN Bertahan, Negara Siapkan Bantuan Menko PMK, Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menko PMK Muhadjir Effendy berharap warga negara Indonesia yang berada luar negeri untuk tidak kembali selama wabah virus corona (covid-19) masih terjadi di Tanah Air.

Muhadjir juga menegaskan hingga saat ini pemerintah tak memiliki rencana untuk memulangkan para WNI tersebut. Namun Muhadjir memastikan pemerintah memantau kebutuhan para WNI selama di negeri orang.

"Kepulangan mereka sifatnya sukarela, kita enggak punya program memulangkan mereka, bahkan kita harapkan mereka enggak usah pulang. Jadi tidak perlu pulang jika di sana masih nyaman dan tidak ada mudarat, sebaiknya bertahan di sana," ujar Muhadjir dalam jumpa pers melalui siaran langsung di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (31/3).


Muhadjir mengatakan, saat ini pemerintah berencana memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada WNI di luar negeri, khususnya yang berada di Malaysia.
Pemberian bantuan ini, kata dia, diprioritaskan pada WNI yang berprofesi sebagai pekerja migran dan terdampak kebijakan Movement Control Order (MCO) atau pembatasan dari pemerintah Malaysia imbas dari wabah covid-19.

Nantinya, lanjut Muhadjir, pengiriman bantuan akan menggunakan fasilitas transportasi dari polisi/TNI dan bekerja sama dengan pasukan tentara Malaysia.

"Pak Presiden sudah memberikan arah, menyetujui kita akan kirimkan bantuan sosial ke WNI di Malaysia, terutama bagi mereka pekerja harian buruh yang terdampak kebijakan MCO. Kita kirim sembako dan bantuan kebutuhan pokok lain," katanya.
Menko PMK Imbau WNI di LN Bertahan, Negara Siapkan Bantuan Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

[Gambas:Video CNN]


Ia menegaskan agar WNI yang masih berada di luar negeri tetap tinggal demi jaminan perlindungan kesehatan warga yang ada di dalam negeri.

"Sesuai pesan Pak Presiden tugas kita menjaga keselamatan WNI baik di dalam negeri maupun di luar negeri, kalau yang di luar negeri masih aman sebaiknya di sana dulu, tidak usah pulang," jelasnya. (psp/ain)