Rapid Test Corona Batal di GBLA, Pindah ke Jalak Harupat

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 15:29 WIB
Rapid test batal digelar di Stadion GBLA Kota Bandung karena ditolak warga setempat. Kini pelaksanaannya dipindahkan ke Stadion Jalak Harupat. Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) memberikan pengarahan saat mengecek kesiapan tes massal (Rapid Test) di stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Bandung, CNN Indonesia -- Rapid test virus corona yang seyogyanya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Jawa Barat batal dilaksanakan karena ada penolakan warga setempat. Pelaksanaan tes cepat Covid-19 itu akhirnya dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

"Iya, berdasarkan informasi Dinkes, rapid test dipindah ke Jalak Harupat. Pelaksanaan tetap dilakukan hari ini juga," ucap Ketua Gugus Tugas Covid-29 Kota Bandung Ema Sumarna, Kamis (2/4).


Pemerintah Kota Bandung akan menyelenggarakan rapid test corona secara massal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Rapid test akan dilakukan selama dua hari, yakni 2-3 April.


Ema mengatakan tes bakal dilaksanakan secara bergelombang. Dalam satu hari akan ada 300 orang yang dites.

"Selama dua hari mungkin ada sekitar 600-an. Dilanjutkan lagi nanti Minggu depan, harinya ini yang belum kita tentukan," kata Ema dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4).

Peserta tes adalah mereka yang telah terdaftar dan terverifikasi melalui portal pikobar. Data peserta yang telah terdaftar sebanyak 2.948 orang. Sebelumnya, telah ada tes terhadap 590 orang namun bukan di GBLA.

Namun belakangan warga menolak kegiatan rapid test tersebut.

Rapid Test Corona Batal di GBLA, Pindah ke Jalak HarupatInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)


Kapolsek Gedebage Polrestabes Bandung Komisaris Oesman Imam mengatakan penolakan dari warga sekitar tersebut terjadi pada siang kemarin bertepatan dengan persiapan penyelenggara rapid test. Menurutnya, warga sekitar menolak karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Warga menyebut pemberitahuannya mendadak, kurang sosialisasi," kata Oesman.

Warga yang menolak tersebut sempat mendatangi Stadion GBLA.

"Sedang dilaksanakan persiapan alat-alat untuk rapid test oleh Dinas Kesehatan, kemarin. Sudah pasang spanduk, meja kursi, hand sanitizer, dan yang lainnya," ujarnya.


[Gambas:Video CNN] (hyg/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK