Anies: Tiap Hari Puluhan Jenazah DKI Dikubur Standar Corona

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 17:13 WIB
Anies: Tiap Hari Puluhan Jenazah DKI Dikubur Standar Corona Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 401 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur pasien Covid-19. Setiap harinya, ada puluhan jenazah di DKI Jakarta dimakamkan sesuai dengan standar penyakit menular seperti Covid-19.

Data ini dikutip Anies dari Dinas Pemakaman dan Hutan Kota dan disampaikan kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dalam rapat teleconference.

"Sampai kemarin itu jumlah yang meninggal dan dimakamkan dengan cara protap Covid ada 401 kasus. Pagi ini ada 38 jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid," kata Anies dalam rapat tersebut, Kamis (2/4).
Angka ini, kata dia, terus meningkat per harinya sejak hari pertama pasien Covid dinyatakan meninggal. Anies mengatakan jumlah pasien meninggal beberapa waktu belakang sudah mencapai angka puluhan per hari.


"Jadi pertama kali kasus meninggal tanggal 6 (Maret). Lalu 12 Maret mulai satu dua (jenazah) dan tren meningkat 4, 7 dan belasan. Puluhan sekarang.Tiap hari 40 (yang meninggal). Hari ini saja 30 orang pagi tadi," ungkap Anies.

Padahal menurut Anies, kenyataan yang terjadi banyak pasien yang hasil pemeriksaan Covid belum keluar, namun sudah meninggal. Kata Anies sebenarnya pasien seperti ini tidak bisa dikategorikan sebagai pasien Covid-19.
Namun, DKI tetap memakamkan jenazah tersebut sesuai dengan prosedur dan tata pelaksanaan pasien virus corona.

"Sebagian yang terkena Covid itu belum tuntas proses pengetesannya. Karena belum tuntas meninggal maka tak bisa secara resmi disebut pasien Covid-19," jelas Anies.

"Banyak kasus sesudah dimakamkan hasil tesnya keluar. Kasus seperti ini dimakamkan dengan prosedur pasien covid," lanjut Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga memprediksi angka penyebaran di Jakarta sesungguhnya lebih tinggi dari yang dirilis. Ini bisa dilihat dari perbandingan kematian dengan jumlah kasus yang diperiksa.

[Gambas:Video CNN]

Hitung-hitungan Anies, dengan jumlah kasus yang meninggal sebanyak 400 kasus dengan rate fatality sebesar 10 persen, harusnya ada sekitar 4.000 kasus yang terjadi. Namun angka ini tidak nyata didapat karena jumlah tes yang dilakukan di Jakarta sangat minim.

Ia berharap pemerintah pusat bisa membantu untuk mempercepat tes Corona di wilayah yang ditetapkan sebagai status tanggap darurat.

"Jadi hasilnya pasti tergantung kita melakukan kecepatan tes. Karena tes sedikit maka jumlah
 sedikit juga. Kalau dites banyak mungkin kita ketemu angka lebih tinggi," tutup Anies. (ctr/ain)