Darurat Corona, Ma'ruf Minta BPJS Bayar Tunggakan ke RS

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 17:08 WIB
Darurat Corona, Ma'ruf Minta BPJS Bayar Tunggakan ke RS Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta BPJS Kesehatan membayar tunggakan ke RS di tengah wabah virus corona. (Detikcom/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta BPJS Kesehatan segera menyelesaikan pembayaran tunggakan yang sudah jatuh tempo ke rumah sakit. Hal ini agar RS dapat maksimal melayani pasien di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Hal itu ia katakan untuk merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan RS swasta rujukan virus corona di Jakarta berharap agar BPJS tak terlambat membayar proses tagihan.


"Tentang BPJS kita minta supaya tunggakan-tunggakan yang jatuh tempo ke RS supaya dibayarkan. Tentu sudah sedang dikalkulasi," kata Ma'ruf saat menggelar rapat dengan Anies melalui teleconference, Kamis (2/4).


Ma'ruf pun berharap tagihan itu segera diselesaikan direksi BPJS Kesehatan secepatnya.

"Saya mendukung dan saya menyampaikan usulan, kelihatannya, ini bagian yang jadi prioritas," kata Ma'ruf.

Di sisi lain, Anies merinci sebanyak 70 Rumah Sakit menangani pasien virus corona di Jakarta. Dari 70 itu, terdapat 13 Rumah Sakit yang menjadi rujukan utama pemerintah untuk menangani pasien virus corona.

Darurat Corona, Ma'ruf Minta BPJS Bayar Tunggakan ke RSPelayanan BPJS Kesehatan di kantor BPJS Matraman, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)


Selain itu, terdapat 1.300 pasien yang sedang dirawat dan 707 sedang menunggu hasil laboratorium tes virus corona.

"RS ini banyak swasta, mereka mengharapkan dukungan BPJS agar tidak ada keterlambatan dalam pembayaran tagihan karena mereka harus bergerak cepat mengelola cash flow tidak mudah dan yang harus ditangani jumlahnya banyak," kata Anies.

Jumlah pasien positif virus corona di DKI Jakarta per 2 April tercatat sebanyak 855 kasus. Dari jumlah itu 90 orang meninggal dunia dan 53 orang dinyatakan sembuh.

"Di Jakarta terdapat 885 kasus covid positif. Kemudian saat ini ada 561 pasien yang masih dalam perawatan. Ada 181 orang yang melakukan isolasi mandiri. Berita baiknya 53 orang dinyatakan sembuh, tapi berita kurang baiknya 90 orang meninggal," ujar Anies.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)