Hal itu ia katakan untuk merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyatakan RS swasta rujukan virus corona di Jakarta berharap agar BPJS tak terlambat membayar proses tagihan.
"Tentang BPJS kita minta supaya tunggakan-tunggakan yang jatuh tempo ke RS supaya dibayarkan. Tentu sudah sedang dikalkulasi," kata Ma'ruf saat menggelar rapat dengan Anies melalui teleconference, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendukung dan saya menyampaikan usulan, kelihatannya, ini bagian yang jadi prioritas," kata Ma'ruf.
Pelayanan BPJS Kesehatan di kantor BPJS Matraman, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Selain itu, terdapat 1.300 pasien yang sedang dirawat dan 707 sedang menunggu hasil laboratorium tes virus corona.
"RS ini banyak swasta, mereka mengharapkan dukungan BPJS agar tidak ada keterlambatan dalam pembayaran tagihan karena mereka harus bergerak cepat mengelola cash flow tidak mudah dan yang harus ditangani jumlahnya banyak," kata Anies.
Jumlah pasien positif virus corona di DKI Jakarta per 2 April tercatat sebanyak 855 kasus. Dari jumlah itu 90 orang meninggal dunia dan 53 orang dinyatakan sembuh.
"Di Jakarta terdapat 885 kasus covid positif. Kemudian saat ini ada 561 pasien yang masih dalam perawatan. Ada 181 orang yang melakukan isolasi mandiri. Berita baiknya 53 orang dinyatakan sembuh, tapi berita kurang baiknya 90 orang meninggal," ujar Anies.
[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
