Angka Rasio Sembuh Corona Jatim Diklaim Tertinggi di Jawa

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 13:32 WIB
Sejauh ini, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim menyatakan angka rasio kesembuhan di sana yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa. Petugas medis dengan APD memeriksa kondisi pasien di ruang isolasi. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Surabaya, CNN Indonesia -- Pemprov Jawa Timur mengklaim wilayah itu merupakan provinsi teratas di Pulau Jawa yang mencatat tingkat konversi negatif atau kesembuhan pasien corona (Covid-19) tertinggi. 

"[Rasio] sembuhnya lebih besar dibanding provinsi yang lain, ini sesuatu yang menggembirakan sebetulnya di Jatim," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (2/3) malam. 

Per Rabu (2/3) di Jatim tercatat ada 103 pasien positif, 22 di antaranya sembuh, dan 11 pasien lain meninggal. Dengan rasio pasien sembuh mencapai 21,36 persen. 


Kemudian untuk angka pasien meninggal atau mortalitas di Jatim, kata Joni, juga merupakan yang terendah di antara provinsi lainnya di pulau Jawa. Tercatat di Jatim sejauh ini ada 11 pasien meninggal, atau rasionya10,68 persen. 

"Menurut data, Jatim dengan mobilitas (corona) terkecil di pulau Jawa, mudah-mudahan dengan doa Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, Sekda, kita bisa lebih rendah lagi menekan angka mortalitasnya," tutur Joni.

Penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, kata Joni, dalam beberapa hari terakhir juga tak mengalami penambahan signifikan.

Sebagai catatan, pada Minggu (29/3) ada 90 pasien positif, kemudian Senin (30/3) bertambah jadi 91 pasien positif, Selasa (31/3) tercatat ada 93 pasien positif, Rabu (1/4) menjadi 103 positif, dan jumlah itu bertahan hingga Kamis (2/4).

"Angka ini menunjukkan prospektif baik untuk kita, di mana penambahan yang dirawat tidak terlalu signifikan, memang  naik kasusnya tapi sebetulnya yang perlu perawatan lebih landai, atau sudah pulang, sembuh," kata Joni.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperbarui oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RI, Kamis (2/4) sore, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.790 pasien. 112 orang di antaranya sembuh, dan 170  pasien meninggal.

Angka Rasio Sembuh Corona Jatim Diklaim Tertinggi di Jawa
DKI Jakarta tetap menjadi episentrum utama corona di Indonesia, dengan angka kasus terbanyak, yakni 897 pasien positif. 90 di antaranya meninggal dunia dan 52 orang lainnya sembuh.

Lebih lanjut di posisi kedua ada Provinsi Jawa Barat yang kini telah memiliki 223 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 25 orang di antaranya meninggal dunia, dan 11 lainnya sembuh.

Kemudian, Provinsi Banten dengan 164 kasus positif Covid-19, dengan angka kasus kematian 14 orang dan 7 orang sembuh.

Lalu Provinsi Jawa Tengah, tercatat ada 104 pasien positif. 7 orang di antaranya sembuh, dan 7 pasien meninggal dunia.  Disusul DI Yogyakarta, tercatat ada 27 pasien positif, 1 orang di antaranya sembuh, dan 3 orang meninggal dunia. 

Meski demikian, Joni mengatakan angka pertumbuhan corona bisa sangat dinamis. Ia pun meminta masyarakat Jatim tetap berhati-hati dan waspada, serta menuruti segala anjuran pemerintah dengan melakukan physical distancing sera menjaga hidup tetap bersih dan sehat.

Angka Rasio Sembuh Corona Jatim Diklaim Tertinggi di Jawa

APD dan Rapid Test

Di satu sisi, Joni mengakui pemeriksaan cepat (rapid test) massal virus corona di provinsi itu berjalan lambat sejak digelar pada Jumat (24/3). Hingga kemarin, baru 3.976 yang telah terlaksana. 

"Rapid test ini sudah dibagikan ke seluruh kabupaten/kota, dinas kesehatan dan rumah sakit, sudah dilakukan, cuma memang kelihatannya belum sebegitu masif seperti yang ibu gubernur harapkan," kata Joni.

Menurutnya, kelambanan tersebut akibat keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang diperuntukkan bagi petugas medis di Jatim.  Joni menegaskan APD adalah hal yang sangat dibutuhkan petugas karena mereka akan melakukan kontak langsung dengan orang risiko tinggi yang hendak rapid test.

APD juga diperlukan untuk meminimalisasi risiko penularan terhadap tenaga medis yang bertugas. Dalam kesempatan itu, Joni tak mengungkapkan berapa sisa APD saat ini, dan berapa banyak yang dibutuhkan pihaknya. 

"Kendalanya rapid test sebenarnya yang betul adalah pakai APD, karena tidak tahu yang kita tes ini positif atau tidak," kata Joni, yang juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya tersebut.

Joni mengatakan dari 3.976 orang yang menjalani rapid test, 97 di antaranya terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu, 75 orang telah ditindaklanjuti dengan tes swab PCR (polymerase chain reaction).

[Gambas:Video CNN]
Tes swab PCR tersebut, kata dia, harus dilakukan untuk mengetahui diagnosa sebenarnya apakah orang yang sebelumnya dinyatakan positif, benar-benar terinfeksi virus corona atau tidak.

"Jadi rapid test hanya screening, perlu juga diragukan hasilnya karena tingkat false positive dan false negative tinggi," ujarnya.

Sejak, Jumat (27/3) pekan lalu, Pemprov Jatim telah mendistribusikan 18.400 alat rapid test ke sejumlah rumah sakit rujukan dan dinas kesehatan di 38 kabupaten/kota se Jatim. Di Jatim, rapid test sendiri diprioritaskan untuk tenaga medis yang menangani pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), serta orang tanpa gejala (OTG).



(frd/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK