Diketahui, sejumlah warganet mengunggah foto antrean yang mengular di depan pintu masuk RSCM. Antrean itu terdiri dari beberapa banjar. Sebagiannya dibatasi oleh sejenis tali bermotif garis. Kebanyakan dari mereka memakai masker. Namun, satu sama lainnya tampak tak cukup berjarak.
Humas RSCM Ananto membenarkan soal antrean pasien ini. Dia mengatakan pihaknya saat ini tengah memberlakukan sistem zonasi pasien yang dibagi berdasarkan keterkaitan dengan Covid-19. Pasien-pasien ini dikelompokkan berdasarkan warna, yakni zonasi merah, zonasi kuning, dan zonasi hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan uji coba zonasi ini memang baru berlaku hari ini. Efeknya, antrian pasien yang mengular di pintu masuk. Waktu tunggu pun berkisar antara 30 sampai 60 menit.
[Gambas:Video CNN]
Ananto menyebut kebijakan itu demi kebaikan pasien sendiri. Tanpa proses screening, Ananto menyebut pasien justru lebih terancam karena tak tahu pemetaan orang-orang di sekitarnya ketika masuk ke Poli atau menunggu di lobi. Sebaliknya, kata dia, sistem zonasi membuat pasien lebih aman.
"Seandainya datang ke poliklinik, memang tidak mengular, maksudnya langsung masuk aja gitu, tapi ternyata di dalam poli itu pasien antri menunggu panggilan dengan pasein Covid, kira-kira gimana? Berbahaya," jelasnya.
Menurutnya, RSCM saat ini juga telah membuat poli demam. Siapapun yang terdeteksi memiliki suhu tubuh tinggi akan dibawa ke ke poli tersebut.
Terlebih, kata dia, RSCM tak bisa menolak pasien Corona meski memang bukun rumah sakit rujukan Covid-19. Pihaknya pun telah merawat banyak pasien dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Karena itulah RSCM menerapkan penyaringan agar pasien lain tak tertular.
"Kami, tapi tidak bisa memisah-misah, 'oh kamu pasien Corona kamu enggak boleh masuk yah', 'oh kamu pasien Corona kamu ke sana yah'. Itu enggak bisa," tandasnya.
[Gambas:Twitter]
(tst/arh)