PPNI: Enam Perawat Meninggal Dunia Tangani Pasien Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 14:50 WIB
Enam perawat yang menangani pasien positif virus corona meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Mereka bertugas di sejumlah rumah sakit. Ilustrasi. (ANTARA FOTO /Aswaddy Hamid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan enam perawat meninggal dunia saat bertugas menangani pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) dalam kurun waktu satu bulan.

Kabar meninggalnya para perawat tersiar dari unggahan akun instagram PPNI (@dpp_ppni) pada Minggu (5/4). Kabar duka tersebut pun dikonfirmasi oleh Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah.

"Kronologisnya memang kami tidak dapat dari masing-masing Rumah Sakit. Tapi dalam catatan kami dari komisariat, mereka sebelum sakit dalam kondisi bertugas merawat pasien Covid-19," kata Harif kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/4).


Harif memastikan satu perawat positif terinfeksi virus corona, sementara sisanya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

"Positif covid untuk Ninuk, perawat di RSCM yang telah diumumkan Juru bicara pemerintah (Achmad Yurianto), pasien (kasus) 36," ujarnya.
PPNI: Enam Perawat Meninggal Dunia Tangani Pasien CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
PPNI mencatat Ninuk merupakan perawat pertama yang gugur karena positif virus corona. Ninuk meninggal dunia pada (12/3) setelah sebelumnya dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso Jakarta, untuk menjalani perawatan intens.

Harif meminta pemerintah hadir dan lebih menaruh perhatian ekstra kepada para tenaga medis yang berjuang melawan pandemi virus corona, dalam hal ini adalah pemenuhan standar alat pelindung diri (APD).

"Saya kira pasti terkait covid-19 karena paparan, karena perawat itu paling lama kontak dengan pasien, oleh karena itu aspek pertama yang menjadi perhatian kami adalah keselamatannya dalam APD," katanya.

Lebih lanjut, Harif mengaku pihaknya akan segera memberikan apresiasi khusus kepada perawat yang telah gugur. Selain itu, PPNI telah mengusulkan kepada pemerintah agar tenaga medis yang meninggal dunia turut diberikan penghargaan atas jasanya.

"Dari enam ini kami sudah dorong diusulkan agar mendapat apresiasi dari negara, dari pemerintah," ujarnya.
Selain Ninuk Dwi, lima perawat lainnya yang meninggal dunia antara lain Sugiarto, Harmoko, Letkol Mulatsih, Setia Aribowo, dan Mursyida.

Selain perawat, terdapat 18 dokter yang menangani pasien virus corona juga meninggal dunia.

Pasien positif virus corona dan pasien meninggal dunia di Indonesia terus bertambah. Sampai kemarin, jumlah pasien positif di Indonesia secara kumulatif mencapai 2.273 orang. Dari jumlah itu 198 pasien meninggal dunia dan 164 orang dinyatakan sembuh. (khr/fra)

[Gambas:Video CNN]