TPU Cikadut Terima Pemakaman Jenazah Corona yang Ditolak

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 18:44 WIB
Pemkot Bandung menyatakan TPU Cikadut siap menampung jenazah pasien virus corona dari daerah lain yang ditolak pemakamannya oleh warga. Ilustrasi pemakaman jenazah pasien virus corona. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Bandung, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut di Kecamatan Mandalajati menjadi lokasi pemakaman khusus pasien meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19).

TPU Cikadut sendiri tak hanya menampung jenazah pasien corona dari Bandung, tetapi juga jenazah dari daerah lain yang ditolak pemakamannya oleh warga.

"Kalau ada penolakan di tempat lain bisa dimakamkan di sini," ujar Kepala UPT Pemakaman Wilayah 3 Kota Bandung Sumpena, Senin (6/4).


Dia mengatakan, untuk itu pihaknya membuat tiga sampai empat lubang baru dalam sehari sebagai antisipasi bertambahnya permintaan pemakaman.


"Kalau petugas kami siap saja. Misalkan sehari disiapkan tiga makam atau empat makam, muslim sama non muslim kita siapkan aja. Kalau ada tiba-tiba, petugas juga bisa (menyiapkan)," ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada lima jenazah pasien virus corona yang dimakamkan di Cikadut. Tempat pemakaman pun dipisah antara muslim dan non muslim.

"Jumlah yang dimakamkan ada lima, satu dikremasi. Jadi totalnya enam jenazah," katanya.

Dia menuturkan, lahan pemakaman di TPU Cikadut masih cukup luas. Ada sekitar satu hektare lahan pemakaman yang disiapkan menjadi lokasi pemakaman khusus orang meninggal dunia akibat infeksi corona.

"Ya lebih (1 ha), itu tergantung kebutuhan. Tapi yang jelas bahwa Pemerintah Kota Bandung sudah mempersiapkan yang terkena Covid-19 itu lokasinya di Cikadut," ujarnya.


Menurutnya, masyarakat sekitar saat ini sudah bisa menerima keberadaan pemakaman jenazah akibat corona. Hal itu dikarenakan sudah dilakukan sosialisasi dari Dinas Kesehatan dan dokter ahli bahwa virus corona akan ikut mati seiring jenazah yang terjangkit telah dikuburan.

Sebagaimana diketahui, virus corona membutuhkan media untuk menempel dan oksigen agar bisa bertahan. Sementara di tubuh jenazah sudah meninggal serta terkubur dalam tanah sehingga tidak memungkinkan lagi ada oksigen yang masuk.

"Di sini, awalnya sempat menolak karena takut. Tapi Alhamdulillah warga di wilayah setempat menyetujui setelah ada penjelasan dari dinas kesehatan dan dokter," ujar Sumpena.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung menetapkan TPU Cikadut di Kecamatan Mandalajati menjadi lokasi pemakaman khusus pasien meninggal dunia akibat virus corona.

"Sudah saya tandatangani penetapan Cikadut menjadi tempat pemakaman jenazah terdampak Covid-19. Sudah ada berapa yang dimakamkan di sana," ujar Wali Kota Bandung Oded M Danial lewat keterangan tertulis, Jumat (3/4).


Oded mengungkapkan bahwa lokasi TPU Cikadut tergolong strategis. Selain dekat dengan pusat kota TPU Cikadut juga terbilang masih luas.

"Awal-awal memang ada penolakan, namun setelah sosialisasi akhirnya warga sekitar bisa memahaminya. Tapi Tidak ada penolakan," ujar Oded.

Oded lalu meminta jenazah yang meninggal dunia akibat terjangkit virus corona juga memperoleh perlakukan khusus dari rumah sakit. Mesti dimakamkan sesuai standar operasional prosedur dari organisasi kesehatan dunia atau WHO.

"Berikutnya secara pengurusan jenazahnya juga istimewa beda dari biasanya sesuai dengan standar WHO, dibungkus beberapa lapis. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucapnya. (hyg/osc)

[Gambas:Video CNN]