Masuk Pancaroba, Sumut Waspadai DBD dan Covid-19

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 06:50 WIB
Masuk Pancaroba, Sumut Waspadai DBD dan Covid-19 Ilustrasi pencegahan demam berdarah dengue di tengah wabah virus corona. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Medan, CNN Indonesia -- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah, mengingatkan masyarakat untuk turut mewaspadai kemunculan demam berdarah dengue (DBD) di tengah wabah virus corona (Covid-19). DBD patut diwaspadai karena saat ini memasuki musim pancaroba.

"Pada bulan ini secara klasik kita masuk tahapan pancaroba dimana akan muncul penyakit DBD. Munculnya DBD tentu akan memperburuk angka kesakitan dan kematian karena bercampur dengan penderita Covid-19," kata Aris, Senin (6/4).

Karena itulah, lanjut Aris, masyarakat sebaiknya mematuhi anjuran dalam menghadapi pandemi Covid-19.


Pihak yang sedang melakukan karantina dan isolasi sebaiknya mengikuti protokol kesehatan dan menjaga gaya hidup, pola makan teratur dan gizi seimbang. Hubungan dengan teman dan keluarga dilakukan via telepon dan sosial media.

"Selanjutnya lakukan relaksasi, berpikir positif dan berbicara pada orang yang dipercaya dan tetap menjaga jarak. Susunlah rencana aktivitas dan kegiatan harian di rumah. Kurangilah waktu menonton terutama melihat liputan yang meresahkan tentang Covid-19," terangnya.

Sesuai anjuran WHO, Aris pun mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker. Masker bedah N95 hanya untuk tenaga medis, sedangkan untuk masyarakat dianjurkan mengenakan masker kain.

Aris berkata penggunaan masker diperlukan karena banyak masyarakat yang sudah terpapar virus namun tidak memiliki gejala klinis sehingga tidak menyadarinya. Maka masker dapat meminimalisir penularan virus.

"Masker kain bisa dicuci dengan deterjen atau sabun, namun penggunaannya tidak lebih dari 4 jam. Penggunaan masker sangat penting, karena kita tidak tahu banyak kasus yang berpotensi menular dan masker ini mengendalikannya, masker untuk semua dan mari kita saling mengingatkan" katanya.

Aris juga mengharapkan agar seluruh masyarakat dalam kondisi wabah ini menahan diri untuk bepergian. Masyarakat diimbau tidak mudik ke kampung dan bepergian ke rumah teman atau keluarga.

"Sebaiknya melakukan komunikasi sosial dengan telekomunikasi. Kita harus melindungi siapapun termasuk orang tua dan keluarga di kampung," urainya.

Data Covid-19 Sumut pada Senin (6/4), tercatat ada 57 kasus positif. Jumlah tersebut berasal dari tes PCR sebanyak 37 orang rapid test 20 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 127 orang, sembuh 1 orang dan meninggal 5 orang.

"Terkait dengan penolakan jenazah Covid-19, pihak RS sudah melakukan penanganan dan prosedur jenazah sesuai SOP. Jenazah sudah dibungkus dan steril baru dimakamkan, sehingga tidak ada lagi efek dari penyebaran virus. Kita harapkan jangan ada stigmatisasi, karena ini sangat menyakitkan bagi keluarga korban, kata Aris.

(fnr/wis)

[Gambas:Video CNN]