"Pada bulan ini secara klasik kita masuk tahapan pancaroba dimana akan muncul penyakit DBD. Munculnya DBD tentu akan memperburuk angka kesakitan dan kematian karena bercampur dengan penderita Covid-19," kata Aris, Senin (6/4).
Lihat juga:Seorang ASN Polda Sumut Positif Corona |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya lakukan relaksasi, berpikir positif dan berbicara pada orang yang dipercaya dan tetap menjaga jarak. Susunlah rencana aktivitas dan kegiatan harian di rumah. Kurangilah waktu menonton terutama melihat liputan yang meresahkan tentang Covid-19," terangnya.
"Masker kain bisa dicuci dengan deterjen atau sabun, namun penggunaannya tidak lebih dari 4 jam. Penggunaan masker sangat penting, karena kita tidak tahu banyak kasus yang berpotensi menular dan masker ini mengendalikannya, masker untuk semua dan mari kita saling mengingatkan" katanya.
Aris juga mengharapkan agar seluruh masyarakat dalam kondisi wabah ini menahan diri untuk bepergian. Masyarakat diimbau tidak mudik ke kampung dan bepergian ke rumah teman atau keluarga.
"Sebaiknya melakukan komunikasi sosial dengan telekomunikasi. Kita harus melindungi siapapun termasuk orang tua dan keluarga di kampung," urainya.
"Terkait dengan penolakan jenazah Covid-19, pihak RS sudah melakukan penanganan dan prosedur jenazah sesuai SOP. Jenazah sudah dibungkus dan steril baru dimakamkan, sehingga tidak ada lagi efek dari penyebaran virus. Kita harapkan jangan ada stigmatisasi, karena ini sangat menyakitkan bagi keluarga korban, kata Aris.
(fnr/wis)