SDM Minim, LIPI Latih 800 Relawan Percepat Tes PCR Corona

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 00:52 WIB
Menristek mengatakan LIPI membuka pendaftaran kepada relawan untuk bisa bergabung menjadi tenaga ahli bidang keselamatan biologi (BSL) II dan III. Menristek Bambang Brodjonegoro. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini tengah melatih 800 relawan guna meningkatkan kapasitas pengujian tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab tes corona (Covid-19).

Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia saat ini kekurangan tenaga ahli di bidang level keselamatan biologi (BSL) II dan III. Oleh karenanya, kata dia, LIPI kemudian membuka pendaftaran kepada relawan untuk bisa bergabung menjadi tenaga ahli di bidang itu.

"Saat ini pelatihan sedang berlangsung. Dan kita harapkan begitu SDM-nya ditambah, maka kapasitas pengujian PCR juga akan bertambah," kata Bambang dalam konferensi video yang disiarkan lewat akun YouTube Kemenristek/BRIN, Senin (6/4).


BSL adalah tingkatan keselamatan yang diperlukan untuk penanganan agen biologi atau penyakit menular (racun). BSL diperlukan untuk mengisolasi penyakit menular berbahaya tersebut di fasilitas laboratorium tertutup.

Diketahui, BSL dibagi dalam empat level dan diklasifikasi berdasarkan tingkat bahaya penularannya. Bambang mengatakan, Indonesia kini tengah kekurangan tenaga ahli BSL II dan III.

Sejumlah penyakit menular yang masuk dalam BSL II, antara lain, Hepatitis B dan C, flu, hingga virus west Nayle. Sementara sejumlah penyakit menular untuk BSL III, yakni HIV, SARS, tuberkulosis, hingga virus cacar.

"SDM yang paham mengenai pengujian terutama dalam lab level BSL II mapun BSL III, sangat terbatas di Indonesia," katanya.

LIPI, kata Bambang, saat ini sudah meminta ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar kapasitas pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode PCR bisa ditambah. Dengan penambahan jumlah relawan, ia berharap ada jumlah spesimen yang dapat diuji PCR dalam sehari bisa bertambah antara 280-270 spesimen.

"Dan nantinya kalau SDM-nya makin banyak mudahan kapasitas bisa ditingkatkan," ucapnya.

(thr/kid)

[Gambas:Video CNN]