Imbauan Tak Mudik Imbas Corona, Sejumlah Terminal di DKI Sepi

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 06:34 WIB
Imbauan Tak Mudik Imbas Corona, Sejumlah Terminal di DKI Sepi Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua terminal bus antar kota dan provinsi di Jakarta, Terminal Kampung Rambutan dan Pulo Gebang sepi penumpang. Tak ada lagi pergerakan masyarakat keluar Jakarta selama masa pandemi virus corona.

Sudah lebih dari dua pekan terakhir terjadi penurunan penumpang hingga 80 persen di Kampung Rambutan.

"Jauh. Hampir 80 persen turunnya," ujar Kepala Terminal Kampung Rambutan, Made Joni saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/4).


Berdasarkan data yang diterima CNNIndonesia.com, rata-rata jumlah penumpang dalam sehari di Terminal Bus Kampung Rambutan dalam dua pekan terakhir turun menjadi 400-1200 orang. Padahal, kata Joni biasanya jumlah penumpang di Kampung Rambutan berada di angka 2.500-3.000 dalam sehari.


Joni menyebut penyebab turunnya jumlah pemudik di Terminal Bus Kampung Rambutan merupakan dampak dari penyebaran Covid-19 di Jakarta. Apalagi, sejak ada himbauan pemerintah agar warga mulai WFH.

"Jadi mulai ada himbauan WFH itu, sudah mulai turun. Dua minggu lah," katanya.

Hal serupa juga terjadi di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang. Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Bus Pulo Gebang, Afif Muhroji menyebutkan jumlah pemudik lewat Terminal Bus Pulo Gebang juga turun hingga 80 persen dalam dua pekan terakhir.

Afif menyebut penurunan terjadi sejak akhir Maret lalu. Kini di Terminal Pulo Gebang, rata-rata jumlah warga yang pergi ke luar kota rata-rata berkisar 600-700 orang. Padahal di hari biasa, angkanya bisa mencapai 2-3 ribu orang di hari biasa dan 5-6 ribu orang di akhir pekan.

"Turun drastis sekitar 80 persen," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/4).


Sementara itu, di Terminal Bus Kalideres bahkan terjadi penurunan jumlah angkutan bus yang beroperasi ke luar kota. Kepala Terminal Bus Kalideres, Revi Zulkarnain menyebut kini rata-rata bus yang beroperasi hanya 50 armada, dari rata-rata 150 armada bus dalam sehari.

Sedangkan untuk jumlah penumpang, berdasarkan data yang diterima CNNIndonesia.com, dalam sepekan terakhir rata-rata sehari penumpang berjumlah 300-400 orang. Jumlah itu berbeda jauh dibandingkan hari biasa yang rata-rata berkisar 1.400-1.500 orang.

"Hari biasa penumpang 1400 sampai 1500 per hari," kata dia lewat pesan singkat. (thr/osc)

[Gambas:Video CNN]