"Betul, meninggal dunia di Fatmawati pada pukul 05.04 WIB, Selasa 7 April," Kata Humas RSUP Fatmawati Wini Riesta saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19," terang Halik saat dihubungi melalui sambungan telepon.
"Kami berbelasungkawa, kami turut menyampaikan duka yang mendalam karena Covid-19 ini tidak mengenal korban. Jadi siapapun bisa menjadi korban, termasuk orang di Kementerian Kesehatan, anggota IDI menjadi korban," kata Halik.
Lihat juga:Kisah Dokter Gigi di Tengah Pandemi Corona |
"Almarhum dimakamkan dengan prosedur Covid-19," kata Fidiansyah.
Fidiansyah turut menegaskan Karnely bukan lagi dokter praktik, melainkan pejabat struktural di Kemenkes. Selain itu, ia menyatakan pihaknya akan segera memberikan apresiasi dan penghargaan khusus kepada Karnely.
"Dokter Karnely pejabat struktural dan tidak praktik sebagai dokter lagi," tegasnya.
"Kemenkes jelas memberi apresiasi pada setiap ASN atas segala kinerjanya yang baik selama ini," lanjutnya.
Kabar duka kematian Karnely menambah daftar dokter Indonesia yang meninggal terkait Covid-19 menjadi 20 orang. Mereka meninggal dunia dengan status ODP, PDP, positif corona.
Sementara itu, data Pemerintah Pusat pada Selasa (7/4) sore, total keseluruhan positif Covid-19 di Indonesia tercatat 2.738 orang, diantaranya 221 orang meninggal dunia dan 204 orang dinyatakan sembuh. (khr/wis)