Menag Jelaskan ke DPR soal Klaster Covid Asrama Haji Surabaya

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 23:20 WIB
Dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Menag menjelaskan alasan ada kegiatan pelatihan petugas haji di asrama haji surabaya di tengah pandemi Covid-19. Menteri Agama Fachrul Razi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan soal kegiatan pelatihan di Asrama Haji Sukolilo yang menjadi salah satu klaster penularan virus corona (Covid-19) di Surabaya, Jawa Timur.

Diketahui belasan petugas haji dari berbagai daerah yang mengikuti pelatihan di asrama itu belakangan diketahui positif terinfeksi Covid-19..

"Kegiatan pelatihan petugas haji tersebut mulai dilaksanakan ketika kebijakan social distancing belum diterapkan secara masif," ujar Fachrul Razi menjelaskan kepada anggota Komisi VIII DPR dalam rapat melalui sambungan jarak jauh, Rabu (8/4).


Dia merinci kegiatan itu digelar 9-18 Maret 2020. Sementara itu, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur yang berkaitan dengan pembatasan kerumunan orang baru keluar pada 16 Maret.

Selain itu, Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 juga baru diterbitkan pada tanggal yang sama.

"Setelah kegiatan ditutup sesuai program pada tanggal 18 Maret 2020, tidak ada lagi kegiatan pelatihan petugas haji dan bentuk pengumpulan orang di lingkungan Kementerian Agama," kata Fachrul Razi.

"Semua kegiatan setelahnya dilakukan dengan tata cara sesuai protokol dan mengacu pada social distancing dan online," imbuh mantan Wakil Panglima TNI.

Fachrul Razi menjelaskan pola penularan corona dilaporkan bermula dari dua narasumber yang mengisi acara di pelatihan tersebut. Lantas, penularan menjalar ke peserta yang ada di kelompok kelas 10.

Gugus Tugas pencegahan penularan Covid-19 pada Kanwil Kemenag Jawa Timur juga telah ditugaskan melakukan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mitra terkait lainnya. Hal itu bertujuan untuk memberikan layanan sesuai dengan protokol kesehatan.

Untuk diketahui, pelatihan petugas haji di tempat tersebut diikuti 411 peserta. Peserta itu terdiri dari 166 orang Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Haji dari unsur Kementerian Agama serta 245 Tenaga Kesehatan dari unsur Kementerian Kesehatan. Mereka berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur. 

Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, sebanyak 19 orang yang dinyatakan positif yang mengikuti Pelatihan Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Menag Jelaskan soal Klaster Corona di Asrama Haji Surabaya(CNN Indonesia/Fajrian)

Zikir Nasional Lawan Corona

Dalam rapat tersebut, Komisi VIII DPR RI meminta Fachrul Razi berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo untuk menggelar acara zikir nasional untuk bermunajat melawan corona.

"Bersinergi dengan Kepala Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 untuk mengadakan acara dzikir nasional sebagai upaya memberikan bekal spiritual kepada masyarakat dalam menghadapi wabah," demikian bunyi salah satu kesimpulan dari Rapat Kerja secara virtual antara Komisi VIII DPR dengan Fachrul yang dibacakan Ketua Komisi VIII Yandri Susanto.

Yandri mengatakan penyelenggaraan acara zikir nasional itu harus tetap mengikuti protokol keamanan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menag Jelaskan soal Klaster Corona di Asrama Haji Surabaya
Selain itu, Yandri menyampaikan bahwa Komisi VIII mendukung Fachrul Razi melakukan refocusing dan realokasi anggaran 2020 sebesar Rp319,1 miliar guna dimanfaatkan mendukung percepatan penanganan dampak virus corona. Meskipun demikian, Komisi VIII meminta Fachrul meninjau kembali bentuk dan sasaran kegiatan refocusing dan realokasi anggaran 2020 untuk mendukung percepatan penanganan dampak virus corona yang disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi Kemenag.

Komisi VIII juga meminta Fachrul memerhatikan nasib para guru agama non-PNS yang banyak terdampak virus corona dengan mengalokasikan tunjangan khusus dari anggaran refocusing dan realokasi anggaran yang akan dilakukan Kemenag.

"Mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk sarana dan prasarana rumah sakit pendidikan yang ada di lingkungan Kemenag dan untuk pengembangan bidang riset di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai upaya mempersiapkan ketahanan bangsa dalam menghadapi wabah," sambungnya.


Yandri juga menyampaikan agar Fachrul bersinergi dengan Doni dan Kementerian Sosial untuk pengadaan alat pelindung diri (APD)dan alat kesehatan lain yang dibutuhkan Kemenag.

Selanjutnya, kata Yandri, pihaknya meminta Fachrul mengalokasikan anggaran yang memadai dan membuat panduan dalam mendukung pelaksanaan belajar jarak jauh di pondok pesantren, madrasah, dan di perguruan tinggi keagamaan di lingkungan Kemenag.

Komisinya, kata Yandri, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkaji mengenai perluasan penerima (asnaf) zakat kepada masyarakat golongan rentan yang terdampak virus corona.

Terakhir, Komisi VIII DPR meminta Fachrul meningkatkan pengawasan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan membuat terobosan kebijakan agar calon jemaah umrah yang sudah mendaftar dapat tetap berangkat.

(rzr, mts/kid)

[Gambas:Video CNN]