Merdeka Copper Ungkap Kekerasan Warga Tolak Tambang di Jatim

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/04/2020 10:55 WIB
PT Merdeka Copper Gold Tbk memberikan keterangan terkait dengan dugaan aksi anarkis yang dilakukan kelompok warga penolak operasi tambang. Aktivitas PT Merdeka Copper Gold Tbk. (Foto: (Dok. Merdeka Copper))
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Merdeka Copper Gold Tbk memberikan keterangan terkait dengan dugaan aksi anarkis yang dilakukan kelompok warga penolak operasi tambang di Banyuwangi, Jawa Timur.

Operasi tambang itu dikerjakan oleh PT Bumi Suksesindo (BSI) di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. PT BSI merupakan anak usaha dari PT Merdeka Copper.

Tom Malik, Corporate Communication PT Merdeka Copper, menuturkan kejadian itu bermula pada Kamis (26/3) ketika puluhan orang penolak tambang (Poktolak) mengadang kendaraan logistik PT BSI di pertigaan Lowi. Namun, pengadangan dibuka oleh aparat Polresta Banyuwangi pada Jumat sore (27/3).


"Setelah polisi membubarkan diri, massa Poktolak yang tak puas karena pengadangannya dibuka, menjadi anarkis dan mengintimidasi karyawan BSI yang kebetulan melintas. Seorang karyawan perempuan BSI cidera karena ditendang jatuh dari motornya," kata Tom dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (11/4).


Dia menuturkan hal itu memicu kemarahan warga dan pekerja BSI namun diantisipasi aparat agar tak melakukan aksi balasan. Namun, Tom menambahkan, warga Poktolak yang berkumpul di tenda pukul 00.00 pada Sabtu (28/3) diduga menyerang ke Dusu Pancer, dengan sasaran rumah pekerja BSI.

"Sebagian massa Poktolak juga melakukan pengerusakan terhadap kendaraan pekerja dan warga yang dianggap pro tambang, yang ditinggalkan di sekitar Kantor Desa Sumberagung, atas perintah aparat kepolisian," kata Tom.

Akibat tindakan anarkis Poktolak itu, 60 unit kendaraan bermotor roda dua (termasuk milik wartawan yang sedang meliput), dua unit kendaraan roda empat, 13 rumah tinggal, dan 1 tempat usaha milik pekerja BSI dan warga yang dianggap pro tambang, rusak. Dalam kejadian ini seorang anak menjadi korban pelemparan batu oleh massa Poktolak.

Tom menambahkan BSI menyerahkan masalah tersebut ke aparat yang berwenang.

"Sejauh ini, reaksi BSI, serta warga yang dianggap pro tambang, terhadap ulah Poktolak adalah menyerahkan penegakan dan penindakan hukum ke aparat berwenang," tegasnya.

Keterangan PT Merdeka Copper merupakan sanggahan atas tudingan Koalisi Pembela HAM terkait konflik tambang di Banyuwangi, Jatim.

(asa)

[Gambas:Video CNN]