Ikuti DKI, Bekasi Larang Ojol Angkut Penumpang saat PSBB

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 11:08 WIB
Seorang pengguna ojek online menunjukkan aplikasi GoRide yang tidak tersedia di Kawasan Kalisari, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2020). Peraturan Gubernur DKI Jakarta dalam pelaksanaan PSBB mengatur angkutan roda dua seperti ojek online maupun ojek konvensional dilarang membawa penumpang. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pras. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto menyatakan ojek berbasis aplikasi atau online tidak boleh mengangkut penumpang dan hanya boleh mengangkut barang ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku mulai Rabu (15/4).

"Hampir sama [penerapannya] apa yang sudah dilakukan oleh DKI Jakarta, karena acuannya kita sama ke Kemenkes dan dan juga [Perwalkot] mengadopsi Pergub DKI," ujar Tri melalui pesan singkat, Senin (13/4).

"Ojol masih beroperasi [namun] untuk mengangkut barang," tambahnya.


Wali Kota Rachmat Effendy juga sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota Bekasi nomor 22 tahun 2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Aturan tentang ojol tertuang dalam pasal 18 ayat (6).

"Angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi pengunaannya hanya untuk pengangkutan barang," bunyi Pasal 18 ayat (6).

Kemudian, pada Pasal 18 Ayat (7) poin a dijelaskan bahwa angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, angkutan perkeretaapian, dan/atau transportasi barang wajib membatasi jumlah maksimal penumpang.

"Membatasi jumlah orang maksimal 50% dari kapasitas angkutan," bunyi aturan dalam ayat itu.

Aturan yang ditetapkan Pemkot Bekasi itu sejalan dengan Permenkes No. 9 tahun 2020. Dalam Permenkes, ojol memang hanya boleh mengantar barang.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui PSBB di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. PSBB mulai berlaku Rabu (15/4) hingga 14 hari ke depan.

Berdasarkan data pikobar.jabarprov.go.id, Kota Depok merupakan wilayah dengan kasus positif terbanyak di Jawa Barat berdasarkan data pikobar.jabarprov.go.id. Ada 101 kasus positif Virus Corona.

Kasus positif juga banyak terdapat di Kota Bandung (92), Kota Bogor (55) serta Kota Bekasi (39), Kabupaten Bogor (38), Kabupaten Bekasi (33), dan Kabupaten Bandung (17).

Di lingkup nasional, pemerintah pusat mengumumkan telah ada 4.557 orang positif terinfeksi virus corona hingga Senin (13/4). Sebanyak 399 di antaranya meninggal dunia dan 380 dinyatakan sembuh dari Covid-19.

(ndn/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK