Panglima Bentuk Tim Usut Bentrok TNI-Polri di Papua
CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2020 21:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk mengusut insiden bentrokan antara TNI dengan Polri di Distrik Kasonaweja, Memberamo Raya, Papua pada Minggu (12/4) pagi.
Hal tersebut diungkapkan Hadi saat menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Yen Permenas Mandesa yang meminta penjelasannya ihwal bentrokan antara TNI dengan Polri di Distrik Kasonaweja dalam Rapat Kerja yang berlangsung virtual pada Rabu (15/4).
Hadi mengaku belum bisa menjelaskan secara detail terkait insiden tersebut. Ia berjanji akan memberikan penjelasan setelah tim investigasi mengumpulkan data dan fakta di lapangan.
"Untuk Papua akan kita jawab tersendiri setelah tim investigasi yang saat ini bekerja di Papua sudah menemukan data dan fakta di lapangan, maaf," kata Hadi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengungkapkan keprihatinan terhadap insisen bentrokan antara TNI dengan Polri di Distrik Kasonaweja.
Ia pun meminta Hadi segera memberikan hasil investigasi terkait peristiwa tersebut kepada Komisi I DPR secara tertulis.
"Kami juga meminta supaya update investigasi tolong disampaikan kepada Komisi I DPR secara tertulis saja," ucap politikus Partai Golkar itu.
Bentrokan terjadi antara Satgas 755/Yalet dengan Polres Mamberamo Raya di Mamberamo Raya, Papua terjadi sekitar pukul 07.40 WIT, Minggu (12/4).
Insiden tersebut diklaim terjadi karena kesalahpahaman. Sebanyak tiga orang polisi tewas dengan luka tembak dalam kejadian itu. Polda Papua dan Kodam Cendrawasih masih mengusut kejadian itu lewat tim gabungan. (mts/ain/ain)
[Gambas:Video CNN]
Hal tersebut diungkapkan Hadi saat menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Yen Permenas Mandesa yang meminta penjelasannya ihwal bentrokan antara TNI dengan Polri di Distrik Kasonaweja dalam Rapat Kerja yang berlangsung virtual pada Rabu (15/4).
"Untuk Papua akan kita jawab tersendiri setelah tim investigasi yang saat ini bekerja di Papua sudah menemukan data dan fakta di lapangan, maaf," kata Hadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga meminta supaya update investigasi tolong disampaikan kepada Komisi I DPR secara tertulis saja," ucap politikus Partai Golkar itu.
Insiden tersebut diklaim terjadi karena kesalahpahaman. Sebanyak tiga orang polisi tewas dengan luka tembak dalam kejadian itu. Polda Papua dan Kodam Cendrawasih masih mengusut kejadian itu lewat tim gabungan. (mts/ain/ain)
[Gambas:Video CNN]