Tim Investigasi Dikirim Usut Bentrok TNI-Polri di Taput

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 01:43 WIB
Tim Investigasi Dikirim Usut Bentrok TNI-Polri di Taput Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah dan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (CNNIndonesia/FNR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak Pangdam I Bukit Barisan bersama Polda Sumatera Utara menyebut telah mengirim tim investigasi untuk mengusut bentrok antara personel TNI-Polri di Pahae Jae, Tapanuli Utara.

Bentrok itu terjadi pada Kamis (27/2) sekitar pukul 14.20 WIB antara personel Polsek Pahae Julu dengan anggota TNI Kompi Senapan Yonif 123 Rajawali Lapo Gambiri.

Dalam insiden tersebut, 6 orang personel kepolisian mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan pada kantor Polsek Pahae Julu. Selain polisi, satu korban luka lainnya dari warga sipil.


Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan telah mengirim tim investigasi untuk mengusut kejadian tersebut.


"Tim investigasi Kodam I/BB dipimpin Asintel Kasdam I/BB, Kolonel Inf Baginta Bangun bersama Danpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan. Mereka telah berangkat Kamis malam ke Tapanuli Utara," kata Fadhilah di Makodam I/BB, Jumat (28/2).

Mayjen Fadhilah sangat menyesalkan insiden antara Danki A Yonif 123/RW dengan Kapolsek Pahae Julu. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Polda Sumatera Utara dan masyarakat Tapanuli Utara.

Ia memastikan langkah-langkah pencegahan agar insiden ini tidak semakin membesar dan meluas. Fadhilah menyebut suasana di Pahae Jae sudah kondusif. Pihaknya juga sudah mengirim asisten intelijen (Asintel) dan Danpomdam ke lokasi.

"Bahkan Danrem 023/KS, Dandim 0210/TU serta Danyonif 123/RW juga saya perintahkan ke lokasi untuk bersama-sama mengendalikan situasi agar tidak kembali bergejolak," kata Fadhilah.

Ia menjamin sinergitas antara TNI-Polri di Sumatera Utara akan tetap terjaga usai kejadian ini. Fadhilah juga menyebut telah melaporkan insiden tersebut kepada pimpinan TNI di Jakarta.


Fadhilah menjelaskan langkah mediasi telah dilakukan pada Jumat (28/2) pagi antar para pihak agar insiden serupa tidak kembali berulang atau berlanjut. Setelah itu, pihaknya melakukan pemeriksaan khususnya kepada prajurit yang terlibat dalam insiden.

Fadhilah menjamin hasil pemeriksaan akan mengarah pada proses penegakan hukum sesuai yang berlaku di TNI. Meskipun, ia tak bisa memastikan cepat proses itu akan berjalan demi tepat sasaran. Ia pun meminta waktu untuk melakukan hal tersebut.

"Tapi saya pastikan, yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang sesuai," kata Fadhilah.

Sementara itu, Kapolda Sumut memastikan insiden kesalahpahaman seperti itu tidak akan terjadi lagi. Mengenai tim investigasi, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan telah mengirim Kabid Propam Polda Sumut.

"Begitu kejadian, saya langsung koordinasi dengan Pangdam I/BB, termasuk berbicara dengan Danrem 023/KS, Dandim 0210/TU, Danyon, serta Kapolres dan Kapolsek," kata Martuani.

"Jadi sekali lagi, ini hanya kesalahpahaman saja, dan kalau Kodam I/BB mengirim Asintel serta Danpomdam, kami mengirim Kabid Propam," lanjutnya.

Martuani pun mengatakan ia berencana akan ke lokasi bersama Pangdam I/BB pada Sabtu (29/2). Mereka pun berharap kehadiran mereka akan membuat situasi seutuhnya kondusif.

(fnr/end)