8 WN Timor Leste Positif Corona Sempat Mampir di NTT

CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2020 00:01 WIB
Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste berbicang dengan warga Timor Leste di daerah perbatasan Tanubibi, Timor Leste. Ilustrasi perbatasan Indonesia-Timor Leste. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Kupang, CNN Indonesia -- Sebanyak delapan orang warga Timor Leste yang dinyatakan positif virus corona (COVID-19) dilaporkan sempat mampir di rumah makan di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.

Mereka singgah ketika dalam perjalanan menuju Dili.


"Kami perlu sampaikan bahwa bukan satu orang yang dinyatakan positif COVID-19 tetapi ada delapan orang," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, di Kupang, Rabu (15/4).


"Mereka sempat singgah di NTT sebelum menuju Timor Leste," ujar Marius.

Marius mengatakan, delapan warga Timor Leste itu sebelumnya sempat bertandang ke Bali. Mereka juga sempat mampir di Kota Kupang sebelum menuju Dili menggunakan transportasi darat.

Saat ini kedelapan warga Timor Leste yang telah dinyatakan positif mengidap COVID-19 sedang dalam perawatan medis di Dili.


Marius yang merupakan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengatakan dalam perjalanan menuju Dili kedelapan warga Timor Leste sempat makan malam di salah satu rumah makan di Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara.

"Kami harapkan pemilik rumah makan di TTU untuk mengingat kembali siapa saja yang sempat melakukan kontak langsung dengan delapan warga Timor Leste saat makan di rumah makan itu," ucap Marius.

Marius mengatakan, delapan warga Timor Leste yang terpapar COVID-19 juga sempat bertandang ke daerah Silawan, Kabupaten Belu, sebelum menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dengan Timor Leste di Motaain.

Pemerintah NTT, kata Marius, juga meminta sopir kendaraan yang mengangkut delapan warga Timor Leste itu agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan di Pulau Timor.


Marius mengatakan informasi dari sopir yang mengantarkan delapan warga Timor Leste tersebut sangat dibutuhkan untuk memudahkan pelacakan terhadap warga NTT yang sempat melakukan kontak langsung.

"Kami sangat membutuhkan informasi dari sopir travel yang mengangkut delapan warga Timor Leste itu untuk memudahkan pemerintah melacak warga NTT lainnya yang telah melakukan kontak dengan warga Timor Leste, sehingga memudahkan dalam penanganan medis guna pencegah penyebaran COVID-19 di NTT," tutur Marius. (Antara/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK