Hal ini dilakukan karena saat ini Pamekasan sudah jadi zona merah covid-19 namun belum tersedia tempat pemakaman khusus pasien yang meninggal dunia.
"Pamekasan sudah menyandang status zona merah. Setidaknya pemerintah daerah sudah menyediakan pemakaman khusus. Sebelum ini dilakukan, kami di sini sudah menyediakan terlebih dahulu," kata Kepala Desa Potoan Daja, Mohamad Rofiuddin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain untuk alasan kemanusiaan, penyediaan lahan makam untuk covid-19 ini juga menurutnya sebagai peringatan pada masyarakat soal bahaya wabah pandemi ini.
Bukan hanya menyediakan TPU khusus, Desa Potoan Daja juga menyediakan ruangan isolasi dan bilik sterilisasi. Tempat ini dibuat untuk mengantisipasi dan mencegah warga yang baru datang dari luar kota.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, yang menyediakan rumah karantina bagi warga yang baru datang dari tanah rantau.
Uniknya, dalam rumah karantina tersebut terdapat dua kamar isolasi yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti tempat tidur, televisi, alat musik, dan penyanitasi tangan.
Sementara itu, anggota DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah mengapresiasi langkah taktis untuk penanganan bencana corona yang sudah dilakukan oleh sejumlah desa di Pamekasan.
"Kami berharap semua desa di Pamekasan bisa peduli terhadap keberadaan masyarakatnya agar bebas dari virus corona," kata kader Partai Nasdem tersebut.
Wardatus mengatakan desa yang memberi perhatian khusus terhadap mewabahnya virus corona dengan program yang inovatif, perlu diberi apresiasi oleh pemerintah daerah.
"Bisa berupa reward atau semacam pemberian yang tujuannya adalah untuk memotivasi, sehingga dapat dijadikan contoh oleh desa lain," katanya.