"Selama ini kita melakukan pengujian menggunakan rapid test, dilakukan sebanyak dua kali untuk menentukan apakah pasien Covid-19 atau tidak. Tapi sekarang sudah bisa dilakukan Swab PCR. Ini yang pertama di Sumut. Hari ini resmi kita buka," kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kamis (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini Sumut mengambil langkah lain, yaitu untuk secara fisik menyiapkan rumah sakit dengan berbagai peralatannya," kata dia.
"Jadi pihak rumah sakit yang merujuk ke sini jangan coba-coba berani memungut biaya dari pasien yang ada di daerah," ucap Runtung.
Lama pengujian, kata Runtung, hanya butuh waktu 24 jam untuk dapat mengetahui hasilnya, apakah pasien tersebut positif terpapar Covid-19.
"Riilnya kita hanya membutuhkan waktu 4 jam saja. Namun karena juga diperlukan waktu untuk mengirim sampelnya ke sini, maka kita genapkan membutuhkan waktu 24 jam untuk mendapatkan hasil agar dilaporkan ke Litbangkes yang ada di Jakarta," ujarnya.
"Saat ini alat yang bernama reagensia itu terbatas. Hari ini saja sudah masuk 40 sampel yang harus diperiksa. Untuk itu kami harapkan bantuan kepada Pemprov Sumut untuk penambahan reagensia sebelum habis stok yang kita miliki," terangnya. (fnr/wis)