Menurut dia jumlah itu tidak termasuk kasus di wilayah Jabodetabek.
"Secara kumulatif, angka kasus akan bertambah hingga satu juta pada bulan Mei hingga Juni di Pulau Jawa di luar Jabodetabek sebab pemudik akan pulang kampung dan menjadi carrier virus corona," ujar Pandu kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Asumsi estimasi kasus harian berasal dari 20 persen penduduk Jabodetabek mudik ke Jawa selama 7 hari," katanya.
Pandu juga membuat pemodelan estimasi penambahan kasus per hari di Pulau Jawa andai 6,5 juta warga Jabodetabek mudik. Kasus berpotensi bertambah hingga 40 ribu per hari.
Sementara kasus di Jabodetabek bisa mencapai 10 ribu per hari lalu turun bertahap.
Kemudian, Jika 6,5 juta warga Jabodetabek tidak mudik, penambahan kasus per hari di Pulau Jawa bisa lebih sedikit, yakni 30 ribu. Ada selisih 10 ribu dibanding prediksi jika 6,5 juta warga Jabodetabek mudik.
Sejauh ini, pemerintah belum menerbitkan larangan mudik di tengah pandemi virus corona. Pemerintah pusat sebatas menganjurkan agar masyarakat tidak mudik karena berpotensi menularkan virus corona pada sanak saudara di kampung halaman.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
(CNN Indonesia/Fajrian)