Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Seram Bagian Timur, Adam Rumbalifar, membenarkan terjadi antrean panjang ratusan warga di depan kantor Disperindag Kecamatan Bula, Seram Bagian Timur, untuk mendapatkan jatah minyak tanah.
Menurut Adam, antrean tersebut karena warga khawatir tidak kebagian minyak tanah, sehingga tak memedulikan pemberlakuaan pembatasan physical distancing atau menjaga jarak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Adam, pembagian tersebut merupakan program pemerintah demi menekan kelangkaan minyak tanah dan membantu masyarakat kurang mampu di tengah wabah virus corona (Covid-19) di wilayah itu.
"Ini untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, serta membantu kebutuhan warga menghadapi bulan suci Ramadan 1441 hijriah," ucap Adam.
![]() |
Ia meminta pemerintah Seram Bagian Timur tidak mengulangi pendistribusian bantuan dengan jumlah yang banyak. Ia menyarankan agar setiap bantuan dibagi ke setiap RT, sehingga mengurangi kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Seram Bagian Timur, Abdul Gafar, mengecam program Dinas Perdagangan dan Perindustrian SBT terhadap bantuan minyak tanah di tengah PSBR di Maluku.
"Jangan main-main dengan virus corona. Virus ini membahayakan kesehatan, harusnya pemerintah mengatur protokol kesehatan sehingga melindungi warga selama menerima bantuan minyak tanah," ucap Gafar. (sai/ugo)
