RSUD Kota Bogor Tutup Layanan Berobat Selain Pasien Corona

CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2020 17:42 WIB
Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi saat simulasi Penanganan Pasien Corona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Simulasi tersebut untuk memastikan kesiapan sarana ruang isolasi dan peralatan medis sekaligus melatih koordinasi dalam penanganan pasien Covid-19 termasuk diantaranya penggunaan kostum Alat Pelindung Diri (APD). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO).
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor akan menutup sementara operasional pelayanan berobat atau rawat jalan bagi pasien non covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penekanan laju penyebaran virus corona (covid-19) sebagaimana Surat Edaran Kementerian Kesehatan.

"RSUD akan tutup rawat jalan, sesuai surat edaran Kemenkes, yaitu membatasi poli rawat jalan non covid-19 sementara," kata Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).

Ilham menegaskan ada empat pengecualian layanan yang akan tetap beroperasi meskipun tidak terkait covid-19. Layanan tersebut merujuk urgensi pasien yang masih menjadi tanggung jawab RSUD Kota Bogor.


"Yang harus tetap jalan [operasional pelayanan perawatan] pasien hemodialisa, kanker, pasien kronis tidak boleh putus obat dan pasien gawat darurat," imbuhnya.


Selain itu, Ilham mengaku 51 tenaga kesehatan yang terindikasi corona telah menjalani pemeriksaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) swab pada hari ini. Kini, puluhan tenaga medis tersebut menjalani isolasi mandiri di sebuah Hotel yang difasilitasi Pemerintah Kota Bogor.

"Hari ini telah dilakukan pemeriksaan swab untuk seluruh petugas, dan masih menunggu hasilnya," kata dia.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membenarkan pihaknya telah merencanakan menutup akses pelayanan pasien non covid-19 di RSUD Kota Bogor. Kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan RSUD Kota Bogor dan Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

"Kita sedang berkoordinasi agar RSUD Kota Bogor hanya tangani covid-19," ujar Dedie.


Ia menyebut upaya tersebut dilakukan sebagai usaha preventif untuk mengurangi risiko tertular covid-19 bagi pasien yang menjalani perawatan biasa atau rawat jalan di Rumah Sakit.

"Karena berisiko dan tidak memungkinkan lagi untuk rawat jalan," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 51 tenaga medis dari total 800 orang yang bertugas di RSUD Kota Bogor dinyatakan terindikasi terinfeksi covid-19 melalui serangkaian rapid test telah berlangsung selama sepekan yang dilakukan kepada seluruh tenaga kesehatan di RSUD Kota Bogor.

Puluhan orang tersebut datang dari tenaga kesehatan penunjang atau tim medis yang bertugas di luar penanganan pasien covid-19. Dari hasil analisa Rumah Sakit, paparan bisa terjadi di saat 51 tenaga kesehatan melayani pasien yang OTG (orang tanpa gejala) di rawat jalan, kamar operasi, atau dari luar ketika pulang ke rumah masing-masing.


Saat ini RSUD Kota Bogor tengah merawat total 48 pasien positif terinfeksi covid-19, yang terdiri dari 43 pasien dewasa dan 5 pasien anak-anak.

Data keseluruhan di Kota Bogor terakhir per Rabu (22/4), tercatat 67 orang positif terinfeksi covid-19, dari angka tersebut 11 orang meninggal dunia dan 6 orang dinyatakan sembuh. Untuk Pasien dalam pengawasan (PDP) total 146, sebanyak 26 orang meninggal dunia dan 50 orang sembuh.

Sedangkan data secara nasional angka kasus Covid-19 per Selasa (21/4) mencapai 7.418 kasus, 635 diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan 913 dinyatakan sembuh. (kha/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK