Klaster ini merujuk pada acara Pelatihan Petugas Ibadah Haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, pada Maret lalu, yang diikuti 415 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pelatihan tersebut 413 peserta terbagi menjadi 10 kelas. Ia menjabarkan di kelas 1 terdapat 40 peserta, 7 di positif. Lalu di kelas 2, ada 44 peserta, 15 di antaranya positif. Kemudian kelas 3, ada 40 peserta, 13 di antaranya terkonfirmasi positif.
"Kayaknya yang paling banyak berdekatan dengan sumber penularan itu teman-teman di kelas 2 dan 3, sehingga tingkat penularannya cukup intens," kata dia.
"Tapi secara keseluruhan itu, 19,6 attack ratenya, boleh dikatakan 1/5 peserta yang ketularan covid-19 nya," kata Kohar.
Ia tidak merinci berapa jumlah pasien sembuh, atau meninggal dunia dari klaster tersebut. Yang diberitahu hanya kondisi empat pasien positif dari Sumenep. Kohar bilang empat orang tersebut dalam kondisi sehat. Ia menegaskan kondisi sehat dalam hal ini artinya telah sembuh.
"Hasil laboratorium yang baru diumumkan, tapi sekarang orangnya sehat. Ya [sudah sembuh]," kata Kohar.
Namun, penelusuran CNNIndonesia.com di laman resmi Pemprov Jatim, https://infocovid19.jatimprov.go.id/, di peta sebaran Kabupaten Sumenep hanya tertulis empat orang terkonfirmasi positif, dan belum ada satupun pasien sembuh.
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur, Jumat (24/4) tercatat mencapai 690 orang. 133 orang di antaranya sembuh, dan 75 orang meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori orang dalam pengawasan (ODP) tercatat sebanyak 17.912 orang, yang masih dipantau 6.102 orang, selesai pengawasan 11.762, meninggal 48 orang. (frd/wis)