Hal itu diketahui berdasarkan data dari laman resmi pemantauan corona Pemprov Jakarta yang diakses CNNIndonesia.com pada Selasa (28/4). Data tersebut terhitung mulai 5 Maret sampai 24 April 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka penanganan jenazah dengan protap Covid-19 ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pasien positif corona di Jakarta yang meninggal dunia.
Penerapan protap Covid-19 dilakukan dengan cara jenazah dibungkus menggunakan plastik, ditempatkan di sebuah peti, dan harus dimakamkan kurang dari 4 jam setelah meninggal. Petugas yang memakamkan juga wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 karena meninggal lebih dahulu sebelum dilakukan tes atau sudah dites tetapi hasilnya belum keluar. Besar kemungkinan jenazah merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (PDP).
Sementara itu, jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Jakarta masih terus bertambah. Hingga hari ini, total kasus positif corona di Jakarta secara kumulatif mencapai 3.950 kasus atau bertambah 118 dari hari sebelumnya.
Virus corona sudah menyebar di 258 kelurahan dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta. Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat menjadi wilayah yang memiliki kasus positif terbanyak dengan 96 pasien. (dmi/fra)