Hal itu disampaikan untuk merespons temuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal tiga penumpang KRL Jurusan Bogor-Jakarta yang positif Virus Corona berdasarkan hasil tes swab PCR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Anne menyatakan pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipasi bagi penumpang untuk mencegah virus tersebut. Contohnya, pengecekan suhu tubuh, penyediaan wastafel tambahan di stasiun, dan kewajiban menggunakan masker.
"Kami tetap berupaya meningkatkan berbagai upaya pencegahan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan prokotol pencegahan Covid-19 di transportasi publik, physical distancing, dan mengendalikan kepadatan pengguna di KRL," kata dia.
Selain itu, PT KCI telah melengkapi seluruh kereta dengan marka pada bangku dan tempat duduk untuk mengatur posisi pengguna agar tercipta jarak aman.
Anne menyatakan pihaknya juga telah bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk berjaga di stasiun.
Lihat juga:PSBB Rasa Lockdown dan Maju Mundur Isu KRL |
Untuk mengatasi kepadatan penumpang pada jam pulang kerja menjelang buka puasa, PT KCI memperketat batasan pengguna yang diizinkan masuk ke peron stasiun dan ke dalam kereta sebagaimana pada pagi hari.
"Pintu stasiun juga ditutup tepat pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan PSBB untuk mencegah kepadatan pada jadwal kereta terakhir," kata dia.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Jam masuk dan pulang kerja yang bersamaan memang jadi tantangan, namun kami mengajak para pengguna untuk tetap bersabar menunggu KRL yang kosong agar tetap menjaga physical distancing," kata dia.
Sebelumnya, sejumlah kepala daerah penyangga DKI Jakarta meminta penyetopan KRL karena dinilai rawan penyebaran Virus Corona.
(rzr/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian