Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara berkata pengurangan jumlah barang ditempuh sebagai salah satu solusi atas sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya dalam penyaluran bansos sembako ke masyarakat terdampak pandemi virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juliari tidak menjelaskan item-item yang akan dikurangi dalam bansos sembako tersebut. Dia hanya menerangkan penyebab pengurangan item bansos karena menghadapi tiga kendala dalam penyaluran ke masyarakat.
Menurutnya, hal ini terjadi karena pesanan yang banyak serta proses pembayaran yang baru dilakukan setelah pesanan selesai dikerjakan.
Dia melanjutkan kendala berikutnya adalah situasi di sejumlah produsen yang sudah menurunkan jumlah produksi. Menurutnya, situasi ini terjadi karena sejumlah pabrik telah mengurangi jumlah buruh.
"Saat (pandemi) virus corona ini banyak produsen-produsen makanan yang sudah menurunkan tingkat produksinya sehingga ada pabrik-pabrik yang sebagian besar karyawannya sudah mudik atau bahkan dirumahkan," tuturnya.
Kemudian, kata Juliari, pihaknya tak bisa memaksa vendor-vendor untuk mempekerjakan para buruhnya sesuai waktu normal karena sedang menjalankan ibadah puasa.
"Begitu kita bekerja satu minggu bulan puasa dimulai sehingga karena ini pekerjaannya sangat manual tentunya kami tidak bisa memaksa para vendor dan para pekerja di vendor-vendor tersebut untuk bekerja secepatnya atau seperti pada bulan normal," tuturnya.
"Awalnya hanya lima, saat ini sudah ada kira-kira 14 vendor. Namun, memang karena masing-masing vendor ada kendalanya seperti kendala keuangan dan lain sebagainya," tutur Juliari. (mts/wis)