Sampel Swab Corona di Sumsel Lebihi Kapasitas Lab

CNN Indonesia | Jumat, 08/05/2020 07:33 WIB
Petugas medis menunjukkan hasil sampel saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (27/4/2020). PT KCI bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Dishub dan Labkesda Provinsi Jawa Barat serta Dinkes Kota Bogor melakukan tes swab untuk 350 warga yang terdiri dari petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line yang dilakukan secara massal dan random dengan mengumpulkan cairan atau sampel dari bagian belakang hidung dan tenggorokan sebagai salah satu metode untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. Ilustrasi sampel swab virus corona (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)
Palembang, CNN Indonesia -- Sampel swab pemeriksaan Covid-19 yang masuk ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, Sumatera Selatan terus bertambah. Saat ini jumlah sampel yang masuk ke BBLK sudah jauh melampaui kapasitas tes per hari.

Kepala Seksi Imunisasi dan Surveillance Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri mengatakan, hingga Kamis (7/5), terdapat 1.478 sampel yang ada di BBLK Palembang. Jumlah tersebut naik 224 sampe dari hari sebelumnya, Rabu (6/5) sebanyak 814 sampel.

Dari 1.478 sampel, 227 diantaranya positif Covid-19, 213 negatif, dan sisa 1.038 sisanya masih dalam proses pemeriksaan.


Yusri mengakui sampel yang mesti diperiksa di BBLK terus bertambah setiap. BBLK Palembang tidak hanya melakukan tes untuk sampel swab dari warga Sumsel saja, namun juga dari Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.

"Ada empat daerah lain yang mengirim sampelnya ke Palembang. Sampel baru yang masuk jadi lebih banyak dibandingkan kapasitas periksa. Sehari hanya bisa periksa sekitar 254 sampel, yang masuk setiap harinya bisa lebih dari itu," ujar Yusri.
Meski begitu, pihaknya tidak membatasi dan terus menampung sebanyak-banyaknya sampel swab yang tiba di BBLK Palembang. Pihaknya tetap memprioritaskan memeriksa sampel yang terlebih dahulu masuk ketimbang sampel yang datang belakangan.

Demi menambah kapasitas periksa sampel, Gugus Tugas berupaya menambah alat pemeriksaan dengan metode polymarese chain reaction (PCR). Rencananya Pemprov Sumsel yang akan membeli alat tersebut sehingga kapasitas lab bisa diperbesar.

"Untuk reagen memang sempat kehabisan tapi sekarang sudah tidak masalah. Sekarang ini alat centrifuge-nya yang kapasitasnya terbatas. Gugus Tugas sekarang akan membeli alat barunya," ungkap dia.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel Yuwono mengatakan pihaknya akan segera mengoperasikan alat swab baru kiriman Kementerian BUMN yakni Cobas LightCycler 480 PCR dari Roche USA.

Kelebihan alat swab baru ini dapat memeriksa sampel lebih banyak dari yang dimiliki Sumsel sebelumnya. Alat ini akan diberikan ke RS Pusri Palembang sehingga diperkirakan akan beroperasi dalam waktu dekat.

"Kelebihannya punya kapasitas periksa sampel 300 dalam sehari. Alatnya sudah sampai, sedang kita siapkan alat pendukung dan ruangan. Kira-kira satu pekan lagi bisa digunakan," ujar Yuwono.
Selain Sumsel, Bangka Belitung, dan Lampung pun mendapatkan bantuan alat tes PCR serupa. Dengan begitu, pekerjaan BBLK Palembang akan lebih ringan setelah alat ini bisa dioperasionalkan. BBLK Palembang masih akan memeriksa sampel swab dari Sumsel, Jambi, dan Bengkulu.

"Untuk PCR yang di RS Pusri ini dikhususkan untuk pemeriksaan sampel Sumsel saja, karena alat untuk Lampung juga akan beroperasi di laboratorium Bandar Lampung, Babel di RS Bakti Timah Pangkal Pinang," kata dia. (idz/bmw)

[Gambas:Video CNN]