Update Corona 8 Mei: 13.112 Positif, 2.494 Sembuh

CNN Indonesia | Jumat, 08/05/2020 15:53 WIB
Personel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). RSUD Suradadi menjemput salah satu anak buah kapal (ABK) warga Desa Demangharjo, Kabupaten Tegal berinisial II (42) diduga terjangkit COVID-19, karena menderita penyakit demam, batuk dan pilek selama tujuh hari usai pulang melaut dari Taiwan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc. Ilustrasi petugas dengan APD sedang menangani pasien Covid-19. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Jumat (8/5) secara kumulatif mencapai 13.112 pasien. Sementara itu, jumlah pasien meninggal berjumlah 943 orang, dan pasien sembuh mencapai 2.494 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan angka tersebut merupakan data hingga hari ini per pukul 12.00 WIB.


"Kasus akumulasi konfirmasi Covid adalah 13.112 orang," kata Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (8/5).


Itu, kata dia, bertambah 336 kasus dari hari sebelumnya. Sementara itu, untuk kasus sembuh hari ini bertambah 113 orang, dan kasus meninggal bertambah 13.

Saat ini kasus penyebaran Covid-19 sudah ada di 34 provinsi yakni 356 kabupaten kota. Hari ini bertambah dua daerah lagi dibanding sebelumnya.

Kasus penyebaran virus corona masih menunjukkan grafik naik. Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif corona per Kamis (7/5) mencapai 12.776 pasien, sementara jumlah pasien meninggal berjumlah 930 orang, dan pasien sembuh mencapai 2.381 orang.

Meskipun demikian, Yuri optimistis kasus Covid-19 mulai bisa dikendalikan. Menurutnya, kunci pengendalian Covid-19 adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan.

"Kita tidak tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus," kata dia yang meminta masyarakat untuk membatasi diri berada di luar rumah.

"Kita tidak bisa membuat jaminan tidak bisa tertular dalam situasi ini," imbuhnya.

Jikapun harus keluar rumah, Yuri minta waktu dibatasi secepat-cepatnya, dan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis (19/3), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 309 kasus di 16 provinsi se-Indonesia, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 15 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 25 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kepada bangsa Indonesia Indonesia untuk bisa memahami langkah ketika harus hidup berdampingan dengan virus corona sementara ini. Jokowi mengatakan hingga vaksin belum ditemukan, maka tak ada acuan bahwa virus corona benar-benar berhenti menyebar.

"Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis. (yoa/kid)

[Gambas:Video CNN]